Padang Pariaman – Kebakaran yang terjadi di Pondok Pesantren Bustanul Yaqin, kawasan Pungguang Kasiak, Kecamatan Lubuak Aluang, Kabupaten Padang Pariaman, menyebabkan kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp600 juta.
Komandan Wilayah Damkar Padang Pariaman, Satria Buana Putra, mengatakan besarnya kerugian tersebut dipicu oleh banyaknya fasilitas pesantren yang mengalami kerusakan parah akibat amukan api.
Dua gedung asrama putri menjadi bagian yang paling terdampak, termasuk tempat tidur dan barang pribadi milik para santriwati.
Selain fasilitas hunian santri, sejumlah sarana pendukung aktivitas pesantren juga ikut terbakar. Beberapa bangunan seperti ruang kantor, kantin, koperasi, ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), serta satu ruang kelas mengalami kerusakan berat sehingga belum dapat digunakan kembali.
“Banyak fasilitas utama pesantren yang terdampak, mulai dari asrama hingga ruang penunjang kegiatan belajar dan operasional,” ujar Satria, Kamis (23/7).
Petugas pemadam kebakaran berhasil mengendalikan kobaran api setelah mengerahkan empat unit armada ke lokasi kejadian. Beruntung, tidak terdapat laporan korban jiwa dalam musibah tersebut.
Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian untuk mengetahui sumber awal munculnya api.
Peristiwa kebakaran itu terjadi pada Kamis siang sekitar pukul 13.05 WIB. Api dengan cepat membesar akibat hembusan angin dan banyaknya material yang mudah terbakar di sekitar area pesantren.
Para santri dan pengurus yang berada di lokasi langsung berusaha menyelamatkan diri serta mengamankan barang-barang yang masih bisa diselamatkan. Kepulan asap hitam terlihat membubung dari kompleks pesantren dan sempat membuat warga sekitar panik.
Akibat kejadian tersebut, sejumlah fasilitas penting Pondok Pesantren Bustanul Yaqin mengalami kerusakan berat, termasuk dua bangunan asrama putri, ruang administrasi, UKS, kantin, koperasi, dan ruang belajar.(des*)







