BMKG Keluarkan Peringatan Cuaca Ekstrem, Sejumlah Wilayah Diminta Waspada hingga 23 Juli 2026

BMKG Keluarkan Peringatan Cuaca Ekstrem di sejumlah wilayah.
BMKG Keluarkan Peringatan Cuaca Ekstrem di sejumlah wilayah.
Jajarta, fajarharapan.id  – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk periode 21–23 Juli 2026. Masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang. Meski sebagian besar wilayah telah memasuki musim kemarau, kondisi atmosfer masih memungkinkan terbentuknya awan hujan secara lokal dengan intensitas yang cukup tinggi.

BMKG menjelaskan, peningkatan potensi hujan dipengaruhi oleh dinamika atmosfer yang masih aktif di beberapa kawasan Indonesia. Di tengah penguatan El Niño dan meluasnya musim kemarau, sejumlah wilayah tetap berpeluang mengalami cuaca ekstrem akibat pertumbuhan awan konvektif yang dipicu kelembapan udara dan kondisi angin di lapisan bawah atmosfer.

Dalam peringatan dini terbaru, BMKG menyebut sejumlah provinsi berpotensi mengalami hujan lebat disertai angin kencang. Wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan meliputi sebagian Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua. Selain hujan lebat, angin kencang juga diperkirakan terjadi di sejumlah daerah dan berpotensi menyebabkan pohon tumbang, gangguan pelayaran, serta kerusakan ringan pada bangunan.

BMKG juga mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor di kawasan perbukitan, serta genangan di wilayah perkotaan yang memiliki sistem drainase kurang baik. Kondisi ini terutama perlu diantisipasi pada sore hingga malam hari saat peluang terbentuknya awan hujan meningkat.

Di sisi lain, BMKG mencatat musim kemarau terus meluas di Indonesia. Hingga pertengahan Juli 2026, lebih dari 60 persen zona musim di Indonesia telah memasuki musim kemarau. Namun, kondisi tersebut tidak menghilangkan kemungkinan terjadinya hujan lokal dengan intensitas sedang hingga lebat akibat dinamika atmosfer yang masih berkembang di sejumlah wilayah.

Khusus bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan darat, laut, maupun udara, BMKG mengimbau agar selalu memantau informasi cuaca terbaru. Nelayan dan operator kapal juga diminta memperhatikan perkembangan kecepatan angin serta tinggi gelombang yang berpotensi meningkat di beberapa perairan Indonesia selama periode peringatan dini berlangsung.

BMKG meminta masyarakat tidak hanya mengandalkan kondisi cuaca pada pagi hari, karena perubahan cuaca dapat terjadi dengan cepat, terutama pada siang hingga malam. Aktivitas di luar ruangan sebaiknya disesuaikan dengan prakiraan cuaca yang terus diperbarui melalui kanal resmi BMKG agar risiko akibat cuaca ekstrem dapat diminimalkan.

Sementara itu, BMKG memastikan pembaruan informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini akan terus dilakukan sesuai perkembangan kondisi atmosfer. Masyarakat diimbau tetap tenang namun waspada serta mengikuti arahan dari pemerintah daerah dan instansi terkait apabila terjadi kondisi cuaca yang berpotensi membahayakan keselamatan.(*)