KIIS Padang Cetak Deretan Juara di Pariaman Open 2026, Bukti Sukses Pembinaan Atlet Muda

KIIS Padang Borong Sejumlah Medali di Ajang Pariaman Open 2026.
KIIS Padang Borong Sejumlah Medali di Ajang Pariaman Open 2026.

Pariaman – Di balik keberhasilan sejumlah atlet meraih medali pada ajang Kejuaraan Sepatu Roda Nasional Pariaman Open 2026, terdapat peran penting komunitas Kreasi Inline Skate Indonesia Padang (KIIS) yang terus konsisten membina atlet muda Sumatera Barat.

Komunitas ini kini berkembang menjadi wadah pembinaan bagi anak-anak yang memiliki minat dan bakat di olahraga sepatu roda. Dengan ciri khas jersey penuh warna, para atlet muda KIIS rutin menjalani latihan di berbagai tempat, mulai dari alun-alun, lapangan, hingga area parkir.

Kerja keras tersebut membuahkan hasil ketika 14 atlet KIIS tampil pada Pariaman Open 2026 yang berlangsung 2-5 Juli 2026. Para atlet tersebut berhasil membawa pulang sejumlah medali dari berbagai kategori yang dipertandingkan.

KIIS mengirimkan perwakilan di tiga kategori, yakni Pemula, Standard, dan Speed. Beberapa atlet yang mencuri perhatian di antaranya Ghalang Bintang Adinata, Mikayla Raisa Shanum, Alyana Aqila Ronni, Queensha Kanaya Adiva, serta Athifa Bugeisha Phiwel.

Prestasi terbesar KIIS terlihat pada kategori Pemula yang menunjukkan keberhasilan program pembinaan usia dini. Para atlet muda mampu bersaing dan mengamankan posisi di podium.

Ghalang Bintang Adinata tampil gemilang pada kategori Standard KU C. Ia berhasil meraih juara pertama nomor 1000 meter, serta dua kali menjadi runner-up pada nomor 500 meter dan 300 meter. Tiga medali tersebut menjadi bukti konsistensinya dalam kompetisi.

Sementara itu, di kategori Pemula, Faikhanza Daneen Peristiawan tampil dominan dengan menyabet dua medali emas pada nomor K2 100 meter dan 200 meter. Razita Mumtazah Ferrishah juga berhasil mempersembahkan satu emas dan satu perak.

Atlet kelompok usia K1 turut memberikan kontribusi. Hasna Dzikra Almahyra, Athifa Bugeisha Phiwel, dan Hibratul Ghafi Havizhan sama-sama meraih juara pertama nomor K1 100 meter. Selain itu, Shefara Ashavin Geniola mendapatkan medali perak nomor U6 100 meter, sedangkan Harsel SY Permana meraih perunggu K1 100 meter.

Deretan prestasi tersebut menjadi gambaran bahwa latihan rutin dengan fasilitas sederhana tetap mampu melahirkan atlet berprestasi. Foto para atlet KIIS saat berdiri di podium dengan mengenakan jersey komunitas menjadi simbol perjuangan dan semangat mereka.

Bukan Sekadar Latihan Fisik

Bagi KIIS, olahraga sepatu roda bukan hanya tentang kecepatan, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, keberanian, dan rasa percaya diri.

Pengurus KIIS menyebut pembinaan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada kemampuan teknik, tetapi juga pembentukan mental bertanding dan nilai sportivitas.

“Anak-anak tidak hanya diajarkan teknik bermain sepatu roda, tetapi juga bagaimana memiliki mental juara dan sikap sportif. Semua atlet tetap mendapat dukungan, baik yang sudah menang maupun yang masih dalam tahap belajar,” ujar pengurus KIIS.

Saat ini KIIS membina belasan atlet berusia antara 5 hingga 15 tahun yang berasal dari Padang dan daerah sekitarnya. Program latihan dilakukan beberapa kali dalam sepekan dengan pembagian kelompok sesuai kategori usia dan kemampuan.

Keberhasilan di Pariaman Open 2026 menjadi motivasi bagi KIIS untuk terus berkembang. Komunitas tersebut menargetkan lahirnya atlet-atlet sepatu roda Sumbar yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.

Dengan keberanian mengirimkan 14 atlet ke ajang nasional, KIIS membuktikan bahwa pembinaan dari tingkat dasar memiliki peran besar dalam mencetak generasi juara olahraga sepatu roda di Sumatera Barat.(des*)