Labusel, Fajarharapan.id – Kecelakaan maut terjadi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Kotapinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara, Sabtu (4/7/2026) malam. Sebuah truk bermuatan bahan kelontong diduga mengalami rem blong hingga menabrak kendaraan dan belasan warga yang berada di kawasan pedagang kaki lima.
Akibat kecelakaan tersebut, satu orang meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara 14 orang lainnya mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan di RSUD Kotapinang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, truk bernomor polisi BK 8109 LY melaju dari arah Medan menuju Riau. Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 22.30 WIB.
Setibanya di lokasi kejadian, truk diduga kehilangan kendali dan melaju dengan kecepatan tinggi. Kendaraan tersebut kemudian menghantam dua unit mobil yang sedang terparkir, deretan sepeda motor, serta sejumlah pedagang kaki lima dan pengunjung yang berada di sekitar lokasi.
Benturan keras membuat suasana di lokasi seketika berubah menjadi kepanikan. Warga yang berada di sekitar tempat kejadian berusaha memberikan pertolongan dengan mengevakuasi para korban ke RSUD Kotapinang.
Sementara itu, proses evakuasi sopir truk berlangsung dramatis. Sopir diketahui terjepit di balik kemudi akibat ringsek parahnya bagian depan truk sehingga petugas bersama warga harus bekerja keras untuk mengeluarkannya dari dalam kabin.
Salah seorang saksi mata, Hasan, mengatakan truk datang dari arah Medan menuju Riau sebelum akhirnya menabrak sejumlah kendaraan dan warga di lokasi kejadian.
“Truk melaju kencang. Tiba-tiba langsung menabrak kendaraan yang parkir dan orang-orang yang berada di sekitar lapak pedagang,” ujarnya.
Berdasarkan data dari Humas Polres Labuhanbatu Selatan, kecelakaan tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan 14 orang lainnya mengalami luka-luka.
Selain korban jiwa, kecelakaan juga menyebabkan kerusakan pada dua unit mobil, tiga becak bermotor, dan tujuh unit sepeda motor yang berada di lokasi.
Hingga kini, Satlantas Polres Labuhanbatu Selatan masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta menyelidiki penyebab pasti kecelakaan, termasuk dugaan rem blong yang menyebabkan truk kehilangan kendali.







