Kuala Kapuas, fajarharapan.id – Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan setelah muncul akun WhatsApp yang diduga mencatut identitas Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kapuas, Suhartoyo. Akun tersebut menggunakan foto profil Suhartoyo dan beroperasi dengan nomor +62 858-9604-8521.
Pencatutan identitas ini dikhawatirkan menjadi modus penipuan yang menyasar rekan kerja, mitra, maupun masyarakat umum dengan mengatasnamakan tokoh organisasi wartawan tersebut.
Suhartoyo menegaskan nomor tersebut sama sekali bukan miliknya dan tidak pernah digunakan untuk berkomunikasi dalam bentuk apa pun.
“Saya tegaskan, nomor itu bukan milik saya. Jika ada yang menghubungi, mengirim pesan, atau meminta sesuatu dengan mengatasnamakan saya, mohon jangan ditanggapi,” tegas Suhartoyo, Kamis (25/6/2026).
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap pesan-pesan yang datang dari nomor tidak dikenal, terlebih jika membawa nama pejabat, tokoh organisasi, atau pihak tertentu untuk meminta bantuan, transfer uang, maupun informasi pribadi.
Menurutnya, modus pencatutan identitas seperti ini kerap digunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk memperdaya calon korban.
Suhartoyo juga meminta rekan wartawan, kolega, dan mitra kerja untuk melakukan verifikasi langsung jika menerima pesan mencurigakan yang mengatasnamakan dirinya.
Ia berharap kejadian ini menjadi perhatian bersama agar masyarakat lebih berhati-hati dalam menggunakan layanan komunikasi digital, terutama WhatsApp yang sering dimanfaatkan sebagai sarana penipuan.
Kasus pencatutan identitas melalui aplikasi pesan instan belakangan memang semakin marak, dengan pelaku memanfaatkan foto profil dan nama seseorang untuk membangun kepercayaan korban.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu mengecek kebenaran informasi dan tidak terburu-buru merespons permintaan apa pun dari nomor yang belum terverifikasi.
Jika menemukan indikasi penipuan serupa, warga juga disarankan segera melaporkannya kepada pihak berwajib agar dapat ditindaklanjuti.
PWI Kapuas berharap tidak ada pihak yang menjadi korban akibat ulah oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut.
“Kami mengimbau semua pihak agar lebih waspada. Jangan sampai tertipu oleh nomor yang mengatasnamakan saya atau organisasi,” tutup Suhartoyo.(Fjr)







