Blog  

Tragedi di Aliran Sungai, Sopir L300 Ditemukan Tewas Oleh Tim Gabungan BPBD Setelah Pencarian Melelahkan

Tim BPBD mengevakuasi sopir L300 yang terseret harus deras.
Tim BPBD mengevakuasi sopir L300 yang terseret harus deras.

Agam, fajarharapan.id – Dalam sebuah usaha yang penuh ketekunan dan keberanian, tim gabungan pencari akhirnya berhasil menemukan sang sopir L300 yang hilang setelah mobilnya terjatuh ke dalam aliran sungai yang ganas di Palo Jorong Ngungun, Agam. Namun, harapan menjadi duka ketika sang sopir, Dayat (26), ditemukan dalam keadaan tak bernyawa. Kejadian ini terjadi di wilayah Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam.

Upaya pencarian yang terbilang keras dan memerlukan waktu berjam-jam ini akhirnya membuahkan hasil ketika petugas dari BPBD dan tim gabungan berhasil menemukan korban sekitar pukul 17.45 WIB, menjelang senja, pada hari Senin (14/8/2023). Lokasi penemuan berada di aliran sungai Muaro Kandang Nagari Salareh Aia Barat, yang terletak sekitar 7 sampai 8 kilometer dari tempat kejadian.

Korban yang telah ditemukan tanpa tanda-tanda kehidupan langsung dievakuasi menggunakan Ambulan PMI Kabupaten Agam menuju rumah duka di Jorong Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia.

Dengan penemuan Dayat, maka seluruh korban dalam kejadian ini telah ditemukan. Jenazah korban telah diserahkan kepada keluarga untuk mendapatkan perlakuan lebih lanjut.

Peristiwa tragis ini bermula pada pukul 09.00 WIB ketika sebuah mobil pick up L300 tergelincir ke jurang dan hanyut oleh arus sungai Palo yang deras. Saksi mata, Helmi, menyampaikan kejadian ini kepada pihak berwenang.

“Sekitar pukul 09.00 pagi saya mendengar suara dentuman yang keras di lokasi kejadian, setelah dilihat ternyata ada sebuah mobil pick up jatuh, dengan kejadian tersebut saya melaporkan kepada pihak Nagari,” ungkapnya.

Informasi tersebut kemudian disampaikan oleh pihak Nagari Salareh Aia ke pihak Kecamatan dan BPBD Kabupaten Agam. Dua orang diketahui berada dalam mobil yang tragis itu, yakni Dayat (26) dan seorang penumpang bernama Yola (22), keduanya merupakan warga setempat. Kedua korban dikhawatirkan telah terbawa arus sungai Palo yang deras.

Tim dari BPBD Kabupaten Agam segera melakukan operasi pencarian dan evakuasi setelah menerima laporan. Mobil terjebak di bawah Jembatan yang melintasi Sungai Palo. Namun, sayangnya, ketika tim mencapai mobil tersebut, Dayat tidak ditemukan.

Yola, penumpang lainnya, akhirnya ditemukan sekitar 3 kilometer dari lokasi kejadian dalam keadaan tak bernyawa. Sedangkan sang sopir, Dayat, ditemukan menjelang waktu maghrib pada hari yang sama, sekitar pukul 17.45 WIB juga tidak bernyawa lagi. (*/zul)