Wawako Mulyadi : Generasi Hafidz SDIT Mutiara Aset Berharga Kota Pariaman

Kota Pariaman – Sebanyak 102 Santri SDIT Mutiara, Kota Pariaman, Sumatera Barat melaksanakan wisuda Tahfizd dan Akhirussanah generasi XII Tahun 2026. Acara monumental ini dihadiri Wakil Walikota (Wawako) Mulyadi di Aula Balaikota Pariaman, Sabtu (6/6/2026).

Dalam sambutannya, Wawako Mulyadi merasa bangga dan harunya melihat ratusan anak-anak tingkat sekolah dasar telah mampu menghafal juz-juz Al-Quran dengan fasih.

Menurutnya, momentum ini sejalan dengan program unggulan Walikota dan Wakil Walikota Pariaman tentang satu rumah satu Hafiz.

Ia melihat bahwa 102 anak-anak kita diwisuda tahfidz hari ini adalah sebuah optimisme besar bagi masa depan Kota Pariaman. Mereka bukan hanya kebanggaan orang tua, melainkan aset berharga Kota Pariaman yang akan membawa keberkahan.

“Pemerintah daerah akan selalu mendukung penuh lembaga pendidikan yang fokus pada pembentukan karakter berbasis Al-Quran,” ujarnya.

Kota Pariaman, sebut Mulyadi, kta tidak hanya butuh generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga butuh generasi yang memiliki benteng iman yang kokoh, berakhlak mulia, dan cinta Al-Qur’an. Apa yang dilakukan SDIT Mutiara, hari ini adalah investasi nyata untuk masa depan Kota Pariaman yang berkah.

“Wisuda hari ini bukanlah akhir dari semuanya. Ini adalah awal dari perjalanan panjang. Jangan pernah bosan muraja’ah (mengulang hafalan), jaga sholat, dan jadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidupmu,” pesannya.

Ia berharap teruslah melangkah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi dengan membawa nama baik almamater dan kebanggaan orang tua.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Pariaman, Hertati Taher mengatakan bahwa SDIT Mutiara tidak hanya fokus pada pencapaian akademik (kognitif), tetapi juga berhasil menyeimbangkannya dengan pembentukan karakter dan nilai-nilai spiritual melalui program Tahfizh Al-Qur’an.

“Hari ini 102 Santri SDIT Mutiara yang terdiri dari 51 Sholeh dan Sholehah telah membuktikan bahwa menjadi seorang Hafiz tidaklah begitu sulit. Tantangan pendidikan di era sekarang semakin kompleks,” sebut Hertati.

Namun, kata Hertati Taher, bahwa berkat kesabaran, keikhlasan, dan profesionalisme Bapak dan Ibu guru sekalian, maka hari ini kita bisa melihat anak-anak kita tumbuh menjadi generasi yang siap melangkah ke jenjang berikutnya dengan bekal Al-Qur’an di dada mereka.

“Perjuangan Bapak dan Ibu guru adalah pilar utama kemajuan pendidikan di Kota Pariaman, “ ujarnya.

Tidak hanya itu, Ia juga mengajak semua masyarakat Kota Pariaman untuk bersama mewujudkan Kota Pariaman yang maju, religius, dan berbudaya melalui pendidikan dasar yang berbasis Al-Qur’an.

“Selamat berwisuda, selamat melanjutkan perjuangan. Semoga Allah SWT senantiasa memberkahi langkah kita semua,”tutupnya.(r-mak).