Pessel  

Bawaslu Pessel Tetap Awasi PDPB Meski Terkendala Efisiensi Anggaran

Foto bersama.

Painan – Di tengah keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) tetap menjalankan fungsi pengawasan terhadap Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) triwulan kedua tahun ini.

Anggota Bawaslu Pessel, Syauqi Fuadi, mengatakan meskipun tidak tersedia anggaran perjalanan dinas karena penyesuaian efisiensi, pihaknya tetap berkomitmen melaksanakan tugas pengawasan di lapangan.

Hal itu ia sampaikan saat berada di Nagari Pasar Tapan, Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan, Senin (20/4/2026).

Sementara itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pesisir Selatan diketahui telah melaksanakan kegiatan Pencocokan dan Penelitian Terbatas (Coktas) dalam rangka PDPB mulai 13 hingga 30 April 2026. Kegiatan tersebut menyasar enam kecamatan, di antaranya Airpura, Pancung Soal, Basa Ampek Balai Tapan, hingga Silaut.

Syauqi menjelaskan bahwa pengawasan data pemilih di masa non-tahapan pemilu tetap penting dilakukan. Selain untuk memastikan hak pilih masyarakat tetap terlindungi, langkah ini juga mendukung efisiensi dalam pengadaan logistik pemilu seperti surat suara dan tinta di masa mendatang.

“Dalam proses pengawasan ini kami masih menemukan adanya data pemilih ganda serta pemilih yang tidak diketahui keberadaannya. Hal ini harus segera dibersihkan karena kami tidak ingin ada hak masyarakat yang terabaikan atau disalahgunakan,” tegasnya.

Hingga Selasa pagi (21/4/2026), Bawaslu Pesisir Selatan telah mengawasi total 60 data pemilih. Dari jumlah tersebut, 56 data dinyatakan valid, 2 data terindikasi ganda dan tidak valid, serta 2 lainnya tidak dapat diverifikasi karena keberadaan pemilih tidak diketahui.

Untuk mendukung proses pengawasan Coktas PDPB ini, Bawaslu Pessel membentuk tiga tim kerja. Masing-masing tim terdiri dari komisioner dan staf sekretariat yang ditugaskan untuk melakukan pemantauan langsung di lapangan.(des*)