Jakarta – Korea Utara (Korut) baru-baru ini melakukan uji coba mesin roket berbahan bakar padat yang lebih canggih. Uji coba ini disaksikan secara langsung oleh pemimpin Korut, Kim Jong Un, meskipun lokasi dan waktu pastinya tidak diumumkan.
Kantor berita resmi Korut, KCNA, menyebutkan bahwa mesin baru ini menggunakan material komposit serat karbon dan memiliki daya dorong maksimum 2.500 kiloton, meningkat dibandingkan uji sebelumnya pada September 2025 yang tercatat 1.971 kiloton.
Kim Jong Un menilai peningkatan ini sebagai langkah penting untuk memperkuat kemampuan militer strategis negara, khususnya menghadapi Amerika Serikat (AS) dan sekutunya. Ia menekankan bahwa pengembangan mesin terbaru ini menandai kemajuan signifikan dalam modernisasi persenjataan rudal yang berpotensi menjangkau wilayah AS.
Peningkatan performa mesin diyakini memungkinkan Korut menempatkan lebih banyak hulu ledak dalam satu rudal, sehingga meningkatkan efektivitasnya terhadap pertahanan musuh.
Sebelumnya, Kim juga menegaskan komitmen Korut untuk memperkokoh statusnya sebagai kekuatan nuklir dan menuduh AS melakukan tindakan agresi, termasuk merujuk pada operasi militer di Iran.
KCNA menyebut uji coba ini sebagai bagian dari program lima tahunan untuk memperbarui dan meningkatkan kemampuan serangan strategis, terutama dengan penggunaan rudal balistik antarbenua (ICBM) berkemampuan nuklir yang menargetkan daratan AS.
Dalam beberapa tahun terakhir, Korut telah menguji berbagai ICBM dengan kemampuan menjangkau AS, termasuk rudal berbahan bakar padat yang lebih sulit terdeteksi dibandingkan rudal berbahan bakar cair yang memerlukan proses pengisian sebelum diluncurkan.(des*)






