Ledakan Ekonomi Lebaran! Piaman Barayo 2026 Pecahkan Rekor Kunjungan

Kota Pariaman – Riuh rendah tawa, dentum musik, dan lautan manusia yang memadati sudut-sudut kota Pariaman akhirnya mereda. Piaman Barayo 2026 resmi ditutup, meninggalkan jejak euforia yang sulit dilupakan.

Selama sepekan Kota Pariaman, Sumatera Barat menjelma menjadi magnet raksasa yang menarik puluhan ribu pasang mata untuk merayakan Lebaran dalam balutan budaya dan hiburan.

Tak sekadar pesta, angka berbicara lantang. Lebih dari 56 ribu wisatawan tercatat membanjiri berbagai destinasi di Kota Pariaman. Menggerakkan roda ekonomi hingga menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekitar Rp 420 juta.

Angka tersebut bukan hanya statistik, melainkan sinyal kuat bahwa Pariaman masih berdiri kokoh sebagai primadona wisata di Sumatera Barat.

Di balik gemerlap panggung dan keramaian yang tertib, ada denyut haru yang terasa. Wali Kota Pariaman, Yota Balad, mengaku tersentuh melihat antusiasme masyarakat yang begitu besar.

“Kehadiran perantau yang pulang kampung berpadu dengan wisatawan dari berbagai daerah menjadi nyawa yang menghidupkan setiap sudut kota Pariaman,” ucap dia.

Menurutnya, lonjakan aktivitas ekonomi selama event berlangsung menjadi bukti nyata bahwa Piaman Barayo bukan sekadar perayaan tahunan, tetapi mesin penggerak kesejahteraan Kota Pariaman.

“Warung kecil hingga pelaku usaha besar merasakan dampak langsung dari derasnya arus kunjungan di Kota Pariaman,” bebernya.

Namun demikian, sebut Yota Balad, kesuksesan ini bukan hasil kerja satu pihak. Pemerintah Kota Pariaman secara terbuka mengakui peran besar para sponsor dan mitra yang turut menyokong jalannya acara.

“Tanpa dukungan mereka, gemerlap Piaman Barayo mungkin tak akan seterang tahun ini,” tegas Yota Balad.

Di sisi lain, menurut Yota Balad, bahwa panggung hiburan menjadi denyut utama yang menghipnotis pengunjung. Musik, pertunjukan seni, hingga atraksi budaya berhasil membakar semangat massa. Menjadikan setiap malam sebagai puncak keramaian yang sulit ditandingi.

Kini, ketika lampu-lampu panggung mulai padam, Pemko Pariaman justru menatap lebih jauh. Evaluasi besar-besaran disiapkan, konsep baru mulai dirancang. Ambisinya jelas, Piaman Barayo berikutnya harus lebih besar, lebih berani, dan lebih mengguncang dari yang pernah ada.(mak).