Jakarta – Pemerintah resmi memberlakukan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS). Regulasi ini mengharuskan platform digital menyesuaikan akses berdasarkan usia pengguna serta meningkatkan keamanan data pribadi anak.
Di tengah perkembangan teknologi yang pesat, penggunaan gadget oleh anak menjadi hal yang sulit dihindari. Namun tanpa pengawasan, kebiasaan tersebut berisiko berkembang menjadi ketergantungan yang dapat memengaruhi kesehatan fisik, kondisi emosional, hingga kemampuan bersosialisasi.
Karena itu, peran orang tua menjadi sangat penting dalam mengarahkan anak agar tetap menggunakan teknologi secara bijak. Pengawasan yang tepat diperlukan agar penggunaan gadget tidak mengganggu proses tumbuh kembang mereka.
Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan orang tua untuk mengurangi ketergantungan anak terhadap gadget:
1. Atur Waktu Penggunaan
Orang tua perlu menetapkan batas waktu yang jelas dalam penggunaan gadget. Misalnya, anak hanya diperbolehkan menggunakan perangkat selama 1–2 jam sehari di luar kegiatan belajar. Konsistensi aturan ini membantu anak memahami disiplin dalam menggunakan teknologi.
2. Dorong Aktivitas di Luar Gadget
Mengajak anak melakukan kegiatan lain seperti bermain di luar, membaca, menggambar, atau berolahraga bisa menjadi alternatif yang menyenangkan. Selain mengurangi waktu layar, aktivitas ini juga mendukung perkembangan fisik dan kreativitas anak.
3. Beri Contoh yang Baik
Perilaku orang tua sangat berpengaruh pada anak. Jika orang tua mampu mengontrol penggunaan gadget, anak akan lebih mudah mengikuti kebiasaan tersebut. Hindari penggunaan gadget berlebihan saat bersama keluarga.
4. Terapkan Area Tanpa Gadget
Menentukan beberapa area di rumah sebagai zona bebas gadget, seperti ruang makan atau kamar tidur, dapat membantu anak tidak terus-menerus bergantung pada perangkat digital. Hal ini juga meningkatkan kualitas interaksi dalam keluarga.
5. Bangun Komunikasi yang Terbuka
Orang tua perlu menjelaskan secara sederhana dampak penggunaan gadget yang berlebihan, seperti gangguan tidur atau kesulitan berkonsentrasi. Dengan komunikasi yang baik, anak akan lebih memahami alasan pembatasan dan lebih mudah diajak bekerja sama.
Dengan langkah-langkah tersebut, orang tua diharapkan mampu mengurangi risiko kecanduan gadget pada anak sekaligus mendukung perkembangan mereka secara optimal di era digital.(BY)






