Solsel  

DPRD Soroti LKPJ 2025, Kinerja Pemkab Solok Selatan Diklaim Positif di Tengah Tantangan Ekonomi

Solok Selatan, fajarharapan.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Solok Selatan menerima pemaparan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Solok Selatan dalam rapat paripurna, Kamis (26/3/2026).

Dalam laporan tersebut, pemerintah daerah mengklaim sejumlah indikator pembangunan menunjukkan tren positif, meskipun masih dihadapkan pada berbagai tantangan, khususnya dalam mendorong transformasi ekonomi daerah.

Wakil Bupati Solok Selatan, H. Yulian Efi, menyampaikan bahwa arah kebijakan pembangunan daerah sepanjang 2025 difokuskan pada penguatan ketahanan sosial serta persiapan menuju transformasi ekonomi jangka panjang, sejalan dengan visi pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Menurutnya, pelaksanaan pembangunan daerah telah mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029, yang menjadi pedoman utama seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dalam menjalankan program kerja.

“Seluruh kebijakan dan program dilaksanakan melalui 34 urusan pemerintahan yang ditangani oleh masing-masing OPD sesuai tugas dan fungsi,” ujar Yulian di hadapan anggota dewan.

Dari sisi anggaran, realisasi belanja daerah tahun 2025 tercatat mencapai Rp808,76 miliar atau sekitar 93,52 persen dari total pendapatan daerah sebesar Rp837,15 miliar. Angka ini menunjukkan tingkat serapan anggaran yang relatif tinggi.

Kebijakan belanja daerah sendiri diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan konektivitas wilayah dan pembangunan infrastruktur dasar, tanpa mengesampingkan sektor pelayanan publik seperti pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial.

Di sektor pendidikan, capaian indikator menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan. Rata-rata lama sekolah tercatat 9,20 tahun atau melampaui target dengan capaian 105,02 persen. Sementara angka harapan lama sekolah mencapai 13,08 tahun.

Program keagamaan juga menjadi perhatian, terlihat dari persentase pelajar usia 7–15 tahun yang memiliki hafalan Al-Qur’an. Untuk kategori hafalan dua juz, capaian bahkan melampaui target hingga 166,66 persen, meski pada kategori lainnya masih belum maksimal.

Pada sektor kesehatan, angka harapan hidup masyarakat Solok Selatan mencapai 72,77 tahun atau 105,75 persen dari target. Sementara itu, prevalensi stunting berada di angka 13,2 persen, mendekati target yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

Dari sisi ekonomi, sektor unggulan daerah mencatat pertumbuhan sebesar 5,4 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi daerah secara keseluruhan yang berada di angka 3,65 persen.

Sementara itu, tingkat pengangguran berhasil ditekan hingga 2,13 persen, melampaui target dengan capaian 107,96 persen. Penurunan ini dinilai sebagai salah satu indikator keberhasilan program ketenagakerjaan daerah.

Kemajuan juga terlihat pada penanganan masalah kesejahteraan sosial. Jumlah penduduk yang masuk kategori Penyandang Permasalahan Kesejahteraan Sosial (PPKS) turun signifikan menjadi 20.419 jiwa, berkurang sekitar 9.007 jiwa dibandingkan tahun sebelumnya.

Meski demikian, DPRD menilai capaian tersebut tetap perlu dikaji lebih mendalam untuk memastikan keberlanjutan program serta efektivitas penggunaan anggaran dalam menjawab kebutuhan masyarakat ke depan.(Sdw)