Kota Pariaman – Ledakan semangat langsung terasa di Pentas Gandoriah, Minggu (22/3/2026). Kota Pariaman, Sumatera Barat seolah tak mau setengah hati menyambut Lebaran. Melalui “Launching Piaman Barayo 2026”, Pemerintah Kota (Pemko) mengirim pesan keras. Pariaman bukan hanya merayakan, tapi siap mendominasi panggung wisata Sumatera Barat.
Di tengah riuh tepuk tangan dan dentuman musik pembuka, Wakil Wali Kota (Wawako) Pariaman, Mulyadi, tampil dengan optimisme yang tak main-main.
Ia menegaskan bahwa Piaman Barayo bukan sekadar agenda tahunan, melainkan senjata utama untuk mendorong visi besar Balad-Mulyadi. Menjadikan Pariaman sebagai kota wisata maju berbasis agama dan budaya.
Namun yang paling mencuri perhatian bukan sekadar seremoni. Sebanyak 11 titik destinasi disiapkan sekaligus dari Pantai Gandoriah hingga Pulau Angso Duo. Membentang menjadi magnet wisata yang siap menyedot ribuan pengunjung selama libur panjang Idul Fitri.
Lebih dari itu, denyut ekonomi juga dipertaruhkan. Piaman Barayo bukan hanya panggung hiburan, tapi ruang hidup bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif.
Di balik gemerlap acara, ada harapan besar. Perputaran uang, peningkatan pendapatan, dan kebangkitan ekonomi masyarakat lokal.
Menariknya, Wawako Mulyadi secara terbuka menyentil realitas daerah lain. Tidak banyak kota yang mampu “menghidupkan” destinasi wisata selama sepekan penuh di momen Lebaran.
Tapi Pariaman, katanya, sudah membuktikan, dan itu bukan kebetulan, melainkan hasil kerja kolektif yang harus dijaga bersama.
Di pusat keramaian Pantai Gandoriah, berbagai pertunjukan seni budaya dipersiapkan tanpa jeda. Musik, tari tradisional, hingga hiburan rakyat menjadi suguhan yang bukan hanya memanjakan wisatawan, tapi juga mengukuhkan identitas budaya Minangkabau di tengah arus modernisasi.
Di balik kemeriahan itu, ada peran besar yang tak terlihat. Pengamanan ketat dari Polres Pariaman menjadi fondasi agar seluruh rangkaian acara berjalan aman dan nyaman. Mulyadi pun tak lupa memberi apresiasi, menyadari bahwa rasa aman adalah kunci utama keberhasilan event sebesar ini.
Acara yang berlangsung hingga 29 Maret 2026 ini dibuka dengan penampilan enerjik Band Pemko Pariaman, disusul suara khas penyanyi Minang Yona Irma serta atraksi Sanggar Lenggang Sapayuang yang memukau.
Kombinasi ini menjadi bukti bahwa Pariaman tidak hanya menjual tempat, tapi juga pengalaman.
Di ujung acara, satu pesan menguat. Piaman Barayo bukan sekadar pesta Lebaran. Ini adalah panggung pembuktian. Pariaman serius membangun diri, menggerakkan ekonomi, dan mengunci posisinya sebagai destinasi wisata yang tak bisa lagi dipandang sebelah mata.(mak).






