Kota Pariaman – Suasana Masjid Muhammadiyah Al Bukhari, Desa Sikapak Barat, Pariaman Utara Kota Pariaman, Sumatera Barat, mendadak hangat ketika rombongan Tim Safari Ramadhan (TSR) II Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman tiba, Senin malam (2/3/2026).
TSR II dipimpin langsung Wakil Wali Kota (Wawako) Mulyadi, safari ini bukan sekadar kunjungan seremonial, tetapi panggung penyampaian arah besar pemerintahan Balad–Mulyadi.
Ia didampingi Wakil Ketua DPRD Yogi Firman, Ketua DWP Dina Mulyadi, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Pariaman Syaiful Azmi, Ketua KONI Edison Trd, hingga jajaran OPD dan unsur masyarakat.
Wawako Mulyadi menegaskan bahwa Safari Ramadhan adalah jembatan komunikasi langsung antara pemerintah dan rakyat.
“Secara fungsional ini perekat hubungan. Secara substansi, ini membangun komunikasi harmonis antara pemerintah dan pemilik kedaulatan, yaitu masyarakat,” tegas Wawako Mulyadi.
Mantan anggota DPRD tiga periode itu menyadari, tak semua warga bisa ditemui di ruang formal. Justru di masjid, keluhan dan aspirasi lebih jujur mengalir.
Ia menyebut TSR menjadi ruang mendengar langsung suara akar rumput, tentang pendidikan, ekonomi, hingga kesejahteraan sosial yang masih perlu diperkuat.
Dalam kesempatan itu, Wawako Mulyadi memaparkan 12 program unggulan pemerintahan Balad–Mulyadi. Yakni Program RISALAH (Beriman, Saleh dan Berakhlak), Satu Keluarga Satu Hafiz, Kembali ke Surau, hingga Pesantren ASN disebut telah berjalan intensif di sekolah dan pondok pesantren.
Ia juga menyoroti program asuransi kesehatan dan keselamatan kerja bagi lembaga adat dan petugas keagamaan. Mulai dari urang tuo, bundo kanduang, hingga imam dan guru MDA/TPA. Ini sebagai bentuk perlindungan nyata bagi penjaga nilai dan tradisi.
Tak berhenti di sektor spiritual, program SAGA SAJA (Satu Keluarga Satu Sarjana) PLUS kembali ditegaskan sebagai komitmen memutus rantai kemiskinan.
Mahasiswa dari keluarga kurang mampu difasilitasi kuliah di kampus lokal seperti Universitas Islam Sumatera Barat (UNISBAR), STIT, dan STIKES Piala Sakti, agar tetap dekat dengan keluarga sembari menempuh pendidikan tinggi.
Program Baju Sekolah Gratis untuk siswa kelas I SD yang telah direalisasikan tahun ajaran lalu pun menjadi perhatian jamaah.
Mulyadi membuka peluang perluasan ke jenjang SMP jika kemampuan anggaran memungkinkan. Selain itu, program Bimbingan Belajar Sekolah Kedinasan untuk keluarga tidak mampu disebut sangat diminati karena membuka jalan menuju profesi strategis dan masa depan yang lebih pasti.
Menutup kunjungan, Mulyadi yang juga Ketua Palang Merah Indonesia Kota Pariaman mengajak jamaah menjadikan Ramadhan sebagai momentum memperkuat iman dan kepedulian sosial.
Pada kesempatan itu, ia menyerahkan bantuan Rp7,5 juta dan Al-Qur’an kepada Ketua Masjid Muhammadiyah Al Bukhari, Zulkamal, didampingi Kepala Desa Sikapak Barat Almasri.
Pada alam itu, dari mimbar masjid, pesan pembangunan dan semangat kebersamaan kembali ditegaskan. Pariaman bergerak, dimulai dari rumah ibadah.(mak).






