Padang, fajarharapan.id – Laga sengit tersaji di Stadion Haji Agus Salim, Jumat (20/2/2026) malam WIB, ketika Semen Padang FC menjamu Malut United dalam lanjutan Super League. Pertandingan yang semula tampak akan menjadi milik tim tamu berubah dramatis di menit-menit akhir. Sempat tertinggal dua gol, Kabau Sirah menunjukkan mental baja dan memaksa duel berakhir imbang 2-2.
Malut United tampil agresif sejak awal babak pertama. Meski Semen Padang lebih dulu mencatat peluang lewat tembakan keras dari dalam kotak penalti pada menit ke-6, kiper Alan Jose sigap melakukan penyelamatan penting. Setelah itu, tim tamu perlahan mengambil alih kendali permainan.
Gol pembuka Malut United lahir pada menit ke-21 melalui skema bola mati yang dieksekusi cerdas. Yance Sayuri mengirim umpan terukur ke tiang jauh, disambut Yakob Sayuri yang mengarahkan bola ke depan gawang. Tyronne del Pino tanpa kesulitan menyambar bola dan mengubah skor menjadi 0-1.
Tekanan Malut United tak berhenti. Pada menit ke-27, serangan balik cepat hampir menggandakan keunggulan. David da Silva melepaskan tembakan keras mendatar, namun Rendy Oscario mampu melakukan penyelamatan gemilang. Semen Padang sempat membalas lewat serangkaian tembakan di menit ke-37, tetapi lini pertahanan tim tamu masih terlalu kokoh.
Justru Malut United yang kembali mencetak gol menjelang turun minum. Melalui situasi set piece, umpan lambung dari luar kotak penalti disambut Nilson Junior dengan tendangan first time yang tak mampu dibendung. Skor 0-2 bertahan hingga jeda, membuat tuan rumah berada dalam tekanan besar.
Memasuki babak kedua, Malut United nyaris menambah keunggulan saat mendapat indirect free kick di dalam kotak penalti akibat back pass pemain belakang Semen Padang. Namun, sepakan David da Silva berhasil diblok barisan pertahanan tuan rumah. Momentum itu menjadi titik penting karena gagal dimanfaatkan untuk mengunci laga.
Pertandingan sempat terhenti sejenak ketika lampu stadion padam sekitar menit ke-77 saat kedua tim melakukan water break. Setelah lampu kembali menyala, intensitas permainan meningkat. Semen Padang mulai tampil lebih berani menekan demi mengejar ketertinggalan.
Peluang emas datang pada menit ke-82 melalui aksi Maicon Souza di sisi kiri. Sayangnya, tembakan kaki kirinya belum menemui sasaran. Namun, tekanan tanpa henti akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-87. Dari situasi bola mati, Kianz Froese memanfaatkan bola rebound di depan gawang dan memperkecil kedudukan menjadi 1-2.
Atmosfer stadion berubah drastis. Dukungan suporter membakar semangat pemain tuan rumah. Memasuki masa injury time, Semen Padang benar-benar menunjukkan determinasi tinggi. Pada menit ke-90+1, Maicon Souza mencetak gol spektakuler lewat tendangan setengah voli dari sudut sempit sisi kiri lapangan. Bola meluncur tajam dan menembus gawang Malut United.
Gol tersebut sempat ditinjau melalui VAR selama beberapa menit yang menegangkan. Setelah review panjang, wasit akhirnya mengesahkan gol penyama kedudukan. Skor berubah menjadi 2-2 dan stadion bergemuruh.
Drama belum berakhir. Di penghujung laga, kapten Malut United, Safrudin Tahar, menerima kartu merah setelah insiden di injury time. Tim tamu harus menyelesaikan sisa pertandingan dengan sepuluh pemain. Meski Semen Padang mencoba memanfaatkan situasi tersebut, skor imbang tetap bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Hasil ini membuat Malut United harus puas membawa pulang satu poin. Mereka kini mengoleksi 41 poin dan tetap bersaing di papan atas klasemen, menempati peringkat keempat. Sementara itu, tambahan satu angka menjadi suntikan moral penting bagi Semen Padang dalam perjuangan keluar dari zona degradasi. Meski masih di posisi ke-16 dengan 16 poin, jarak dengan batas aman semakin tipis.
Pertandingan ini menjadi bukti bahwa sepak bola tak pernah berhenti memberi kejutan. Dari dominasi babak pertama hingga kebangkitan dramatis di penghujung laga, duel di Padang menghadirkan tontonan penuh emosi dan intensitas tinggi. Kabau Sirah mungkin belum sepenuhnya keluar dari tekanan, tetapi semangat pantang menyerah mereka menjadi sinyal bahwa perjuangan belum usai.(*)






