Jakarta – Perayaan Tahun Baru Imlek selalu lekat dengan tradisi serta sajian kuliner penuh makna. Memasuki tahun Kuda Api 2026, sejumlah hidangan khas dipercaya membawa harapan baik seperti rezeki, kesehatan, dan kesejahteraan bagi keluarga yang merayakannya.
Tak sekadar menggugah selera, makanan-makanan ini juga mengandung simbolisme mendalam dalam budaya Tionghoa. Berikut lima hidangan yang kerap hadir saat Imlek, dirangkum dari Real Simple:
1. Pangsit (jiaozi)
Jiaozi atau dumpling menjadi salah satu menu paling populer ketika Imlek. Bentuknya menyerupai batangan emas kuno yang melambangkan kekayaan dan kemakmuran.
Isinya umumnya berupa daging babi dan daun bawang, meski variasinya dapat berbeda di tiap daerah. Menyantap pangsit diyakini membawa keberuntungan finansial di tahun yang baru.
2. Mi panjang umur
Hidangan mi ini melambangkan usia panjang serta kesehatan. Mi harus disajikan utuh tanpa dipotong agar arti simboliknya tidak hilang.
Biasanya mi dimasak bersama jamur shiitake, daun bawang, atau tambahan irisan daging sesuai selera.
3. Ikan utuh
Penyajian ikan secara utuh mencerminkan kelimpahan rezeki. Dalam bahasa Mandarin, kata “ikan” memiliki bunyi yang mirip dengan makna surplus atau kelebihan.
Ikan kerap dikukus dengan jahe dan daun bawang untuk mempertahankan rasa segar. Kepala dan ekor harus tetap utuh karena potongan ikan dianggap kurang membawa keberuntungan. Sebagian ikan bahkan sengaja disisakan sebagai simbol rezeki yang terus bertambah.
4. Jeruk mandarin
Buah ini melambangkan kesuksesan serta keberuntungan. Bentuknya yang bulat merepresentasikan kesinambungan hidup, sementara warnanya menyerupai emas.
Jeruk mandarin sering dijadikan hiasan meja, dan daunnya dipercaya melambangkan kemakmuran yang terus tumbuh.
5. Hidangan manis
Aneka makanan manis, seperti puding nasi delapan harta, sangat identik dengan Imlek. Angka delapan dianggap membawa keberuntungan dalam budaya Tionghoa, sehingga hidangan ini berisi delapan jenis buah kering, biji, atau kacang.
Selain itu, nampan permen berbentuk lingkaran dengan delapan bagian melambangkan kebersamaan keluarga. Tiap isian memiliki arti tersendiri, misalnya akar teratai yang melambangkan keharmonisan keluarga dan biji labu merah yang diasosiasikan dengan kekayaan.
Beragam sajian tersebut bukan hanya memperkaya suasana makan bersama, tetapi juga menjadi simbol doa dan harapan baik saat menyambut tahun baru Imlek bersama keluarga.(BY)






