Jakarta – Cuka apel sering dipromosikan sebagai minuman sehat dengan berbagai klaim manfaat. Dalam beberapa tahun terakhir, popularitasnya meningkat, terutama di kalangan orang yang ingin menurunkan berat badan. Lalu, apa dampak kebiasaan minum cuka apel setiap hari bagi tubuh?
Cuka apel dihasilkan melalui proses fermentasi buah apel. Setelah sari apel diperoleh, bakteri dan ragi akan mengubah gula menjadi alkohol, kemudian menjadi asam asetat atau cuka. Proses ini menghasilkan beragam senyawa bioaktif yang dipercaya berperan dalam efek kesehatannya.
Menurut berbagai sumber, cuka apel mengandung flavonoid seperti asam galat, katekin, asam kafeat, dan asam ferulat yang diduga memberikan kontribusi terhadap manfaat tersebut.
Manfaat potensial cuka apel
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi cuka apel dapat memberi efek positif bagi tubuh, meskipun tidak dapat menggantikan terapi medis.
1. Membantu mengontrol gula darah
Asam asetat dalam cuka apel diyakini memperlambat pencernaan karbohidrat sehingga kenaikan gula darah terjadi lebih bertahap. Beberapa penelitian juga menunjukkan adanya peningkatan sensitivitas insulin. Namun, cuka apel hanya bersifat pelengkap, bukan pengobatan utama diabetes.
2. Mendukung kesehatan pencernaan
Kandungan probiotik di dalamnya berpotensi membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus dan meningkatkan penyerapan nutrisi. Meski demikian, bukti ilmiah mengenai manfaat ini masih terbatas dan memerlukan penelitian lebih lanjut.
3. Membantu penurunan berat badan
Banyak orang mengonsumsi cuka apel karena diyakini dapat menekan nafsu makan. Temuan meta-analisis tahun 2022 menunjukkan efek ini dapat mendukung program diet sehat dan olahraga dalam menurunkan berat badan.
4. Bersifat antimikroba dan antijamur
Senyawa fenolik pada cuka apel memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur. Namun, kekuatannya tidak cukup untuk dijadikan terapi infeksi.
5. Berpotensi menjaga kesehatan jantung
Beberapa penelitian mengaitkan konsumsi cuka apel dengan penurunan kadar kolesterol total. Karena kolesterol tinggi merupakan faktor risiko penyakit jantung, efek ini dinilai bisa memberi manfaat tambahan.
Risiko konsumsi berlebihan
Di samping manfaatnya, penggunaan cuka apel secara rutin juga memiliki potensi efek samping, terutama bila dikonsumsi tanpa takaran yang tepat.
1. Hipoglikemia pada penderita diabetes
Bagi pengguna insulin, cuka apel dapat meningkatkan risiko gula darah turun terlalu rendah.
2. Iritasi pada tenggorokan dan kerongkongan
Sifat asamnya dapat menyebabkan rasa perih hingga luka bakar jika diminum berlebihan.
3. Penurunan kadar kalium
Konsumsi berlebihan dapat memicu kekurangan kalium yang ditandai dengan lemas, kram otot, sembelit, hingga gangguan irama jantung.
4. Kerusakan enamel gigi
Keasaman tinggi berpotensi mengikis lapisan pelindung gigi. Untuk mengurangi risiko, cuka apel sebaiknya diencerkan sekitar dua sendok makan dalam segelas air hangat dan diminum menggunakan sedotan.
5. Risiko tulang rapuh
Beberapa laporan mengaitkan konsumsi jangka panjang dengan penurunan kepadatan tulang akibat kadar kalium yang rendah.
Secara umum, cuka apel dapat memberikan manfaat jika dikonsumsi secara wajar, tetapi juga memiliki risiko bila digunakan berlebihan. Sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga medis sebelum menjadikannya sebagai rutinitas harian, terutama bagi yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.(BY)






