CFN Simpang Tabuik Bermalam Minggu Berubah Jadi Panggung Ekonomi Rakyat Pariaman

Kota Pariaman – Gelombang manusia memadati kawasan Simpang Tabuik saat ribuan pengunjung menyerbu gelaran Car Free Night (CFN) Bermalam Minggu yang digelar Pemerintah Kota di awal 2026. Lampu-lampu kota berpadu dengan riuh musik dan tawa warga, menciptakan suasana yang terasa seperti pesta rakyat, Sabtu malam (14/2/2026).

Malam itu, denyut kehidupan terasa lebih kuat, seolah kota pesisir tersebut bangkit dari jeda panjang pascabencana hidrometeorologi yang sempat melumpuhkan aktivitas masyarakat.Tak banyak yang menyangka antusiasme masyarakat di Kota Pariaman akan meledak sedemikian besar.

Warga dari berbagai penjuru tumpah ruah, berjalan santai tanpa deru kendaraan bermotor, menikmati kuliner kaki lima, hingga berdesakan di depan panggung hiburan. CFN bukan sekadar ruang rekreasi, tetapi menjadi simbol kebangkitan ekonomi kecil yang selama ini bertahan dalam diam.

Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi, tak mampu menyembunyikan rasa haru melihat lautan manusia yang memadati lokasi acara. Ia menyebut cuaca cerah dan keramaian yang tercipta malam itu sebagai rahmat yang mempertemukan masyarakat dalam kebersamaan.

Menurutnya, CFN menjadi bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam menciptakan ruang ekonomi sekaligus ruang hiburan yang merangkul seluruh lapisan warga.

Namun di balik gemerlap lampu dan sorak pengunjung, terdapat denyut harapan para pelaku usaha kecil. Mila, salah seorang pengusaha UMKM, mengaku dagangannya laris manis sepanjang malam.

Ia menilai CFN mampu membuka peluang baru bagi pelaku usaha rumahan untuk berkembang, bahkan mendorong lahirnya gagasan satu rumah satu industri yang selama ini didambakan masyarakat.

Suasana semakin memuncak ketika panggung hiburan diguncang penampilan bintang tamu Rizzi KDI dan Puspa LIDA. Alunan musik dangdut yang energik membuat pengunjung larut dalam euforia malam minggu.

Tak kalah memikat, atraksi seni dari MTSN 3 Pariaman menambah warna budaya yang membuat acara terasa semakin lengkap dan berkelas.

Bagi pedagang kecil seperti Miran, penjual tahu bakso di sekitar lokasi, malam itu menjadi berkah tak terduga. Ia menyebut omzet dagangannya melonjak drastis dibanding hari biasa. CFN, menurutnya, bukan sekadar hiburan, melainkan jembatan rezeki yang membuka peluang ekonomi bagi pedagang kecil yang selama ini berjuang dalam keterbatasan.

Pemerintah Kota Pariaman memastikan CFN tidak akan berhenti sebagai euforia sesaat. Mulyadi menegaskan kegiatan ini akan diformulasikan menjadi agenda rutin dengan evaluasi berkelanjutan melalui OPD terkait.

Ia percaya, intervensi kebijakan yang tepat mampu menciptakan perputaran ekonomi yang lebih luas, menjadikan CFN bukan hanya pesta malam minggu, melainkan strategi nyata menghidupkan denyut ekonomi masyarakat dari akar rumput.(mak).