Kota Pariaman – Dentum semangat dan derap langkah ratusan pelari memecah senja Kota Pariaman saat Universitas Sumatera Barat (Unisbar) kembali menggelar “Unisbar Sunset Run Kedua”, Sabtu sore (14/2/2026).
Event olahraga yang menyatu dengan nuansa wisata ini resmi dilepas Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi, dari halaman kampus Unisbar.
Momentum tersebut bukan sekadar ajang olahraga, tetapi menjadi simbol pergerakan energi baru yang menyatukan kampus, pemerintah, dan masyarakat dalam satu denyut yang sama menyambut Ramadhan 1447 Hijriah.
Sebanyak 600 peserta memadati arena kegiatan, datang dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat.
Mereka terbagi dalam dua kategori lomba, yakni 10 kilometer yang diikuti 150 pelari dan 5 kilometer dengan jumlah peserta mencapai 450 orang.
Gelombang manusia dengan jersey warna-warni tampak menyusuri lintasan, menantang stamina sekaligus menikmati panorama kota yang perlahan diselimuti cahaya jingga matahari terbenam.
Di balik gegap gempita itu, Mulyadi menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan wajah kolaborasi nyata antara dunia pendidikan dan pemerintah daerah.
Ia menilai keberadaan Unisbar telah melampaui peran akademik semata, melainkan menjadi motor penggerak dinamika sosial dan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, kampus tidak lagi berdiri sebagai menara gading, melainkan hadir sebagai denyut kehidupan yang bersentuhan langsung dengan kepentingan publik.
Bahkan, ia menilai geliat sport tourism yang mulai tumbuh melalui event tersebut memberi efek domino bagi Kota Pariaman. Aktivitas olahraga yang dikemas dalam konsep wisata dinilai mampu memperkenalkan kota pesisir itu ke panggung yang lebih luas.
Semakin banyak peserta datang, semakin besar pula perputaran ekonomi yang dirasakan masyarakat, mulai dari sektor kuliner, penginapan, hingga jasa transportasi lokal.
Sementara itu, Rektor Unisbar, Nurtati, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kota Pariaman yang telah memasukkan Unisbar Sunset Run dalam Calendar of Event (CoE) 2026.
Baginya, pengakuan tersebut bukan sekadar pencapaian administratif, melainkan suntikan moral bagi kampus untuk terus menghadirkan program yang berdampak langsung bagi masyarakat luas.
Ia menegaskan bahwa hubungan kemitraan antara Unisbar dan Pemko Pariaman telah terjalin dalam kerangka MoU yang kuat, terutama dalam penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Kolaborasi tersebut, menurutnya, menjadi fondasi penting untuk melahirkan kegiatan yang tidak hanya akademis, tetapi juga menyentuh dimensi pembangunan daerah secara nyata dan berkelanjutan.
Nurtati bahkan mengisyaratkan ambisi besar di masa depan. Ia memastikan bahwa event serupa akan kembali digelar pada Juni mendatang dengan target peserta yang jauh lebih besar.
Harapannya, gelombang wisata olahraga ini mampu menciptakan efek multiplier yang signifikan bagi peningkatan pendapatan masyarakat.
Kegiatan tersebut juga turut dihadiri Kepala Disparbud Kota Pariaman Ferialdi dan mantan Ketua Baznas Kota Pariaman Jamohor, menandai bahwa lari senja ini telah menjadi panggung bersama bagi semangat kolaborasi dan kebangkitan ekonomi daerah.(mak).






