Kota Pariaman – Serangan hama wereng yang mulai meresahkan petani memaksa Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman, Sumatera Barat bergerak cepat. Melalui Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan, langkah preventif dilakukan demi menyelamatkan produktivitas padi yang terancam gagal panen di Desa Cubadak Air, Kecamatan Pariaman Utara, Selasa (03/02/2026).
Aksi penyemprotan pestisida dipusatkan langsung di hamparan sawah petani yang dinilai rawan serangan. Langkah ini bukan tanpa alasan, hasil pemantauan lapangan menunjukkan populasi wereng mulai meningkat di sejumlah titik lahan produktif yang menjadi andalan pangan daerah.
Sekretaris Daerah Kota Pariaman, Afrizal Azhar, memimpin langsung kegiatan tersebut. Ia menegaskan, pemerintah tidak akan tinggal diam melihat petani berpotensi merugi akibat serangan hama yang bisa menghancurkan hasil panen dalam waktu singkat.
“Kita tidak ingin petani merugi. Penyemprotan ini adalah bentuk kehadiran pemerintah dalam menjaga stok pangan dan memastikan panen berjalan optimal tanpa gangguan hama,” tegas Afrizal Azhar di sela kegiatan.
Tak sekadar menyemprot, Pemko Pariaman juga memanfaatkan momen ini untuk mengedukasi petani.
Pola tanam serentak, kata dia, pemilihan pestisida yang tepat, serta penggunaan dosis sesuai anjuran ditekankan sebagai langkah kolektif menghadapi hama wereng yang dikenal cepat menyebar dan sulit dikendalikan jika terlambat ditangani.
Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kota Pariaman, Marlina Sepa, menjelaskan bahwa penyemprotan dilakukan di area persemaian sebagai bentuk pengendalian dini.
Sebanyak 35 petani Talang Kuning Desa Cubadak Air mendapat bantuan penyemprotan pada lahan seluas 27 hektare dengan benih padi jenis sokan dan PB 42 yang berusia 15 hingga 20 hari.
“Kita harapkan dengan bantuan pestisida dan pendampingan teknis dari penyuluh pertanian, risiko kerusakan tanaman bisa ditekan sebelum memasuki fase panen raya,” ujarnya.
Kegiatan ini turut dihadiri Asisten Administrasi Pembangunan dan Umum Setdako Pariaman Nazifah, Staf Ahli Setdako Sadrianto, unsur kecamatan, hingga para penyuluh pertanian.
Langkah cepat ini menjadi sinyal tegas bahwa ancaman wereng tak bisa dianggap remeh, dan pemerintah siap turun langsung ke sawah demi menjaga pangan daerah tetap aman.(mak).






