139 Warga Pariaman Lunasi ONH, Disiplin Manasik Jaga Kesehatan

Kota Pariaman – Gelombang rindu Tanah Suci kian menguat di Kota Pariaman, Sumatera Barat. Hingga pertengahan Januari 2026, sebanyak 139 calon jamaah haji (CJH) telah menuntaskan pelunasan Ongkos Naik Haji (ONH). Rinciannya, 101 jamaah melunasi pada tahap pertama, disusul 38 jamaah pada tahap kedua melalui Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Bank Nagari Syariah (BNS) Cabang Kota Pariaman.

Jumlah ini masih berpotensi bertambah. Jika tambahan cadangan dan mutasi antar daerah disahkan. Kuota CJH Kota Pariaman diproyeksi akan menembus 144 orang.

“Kita optimistis jumlahnya bertambah. Prosesnya masih berjalan,” ujar Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Pariaman, Syaiful Azmi, S.Ag., M.Pd, kepada fajarharapan.id Kamis (15/1/2026), di Kantor Kemenhaj Jalan Rohana Kudus.

Tak sekadar administrasi, kata Syaiful Azmi, Kemenhaj menekankan kesiapan spiritual dan fisik. Para CJH diminta serius mengikuti manasik haji serta memperkuat istitha’ah. Kemampuan menyeluruh untuk berhaji.

“Kami memberi kebebasan jamaah memilih manasik di Kelompok Bimbingan Haji dan Umrah (KBHU) yang resmi dan berizin. Ini penting agar bimbingan terarah dan sesuai regulasi,” tegas Syaiful Azmi yang akrab disapa Ustadz Zet.

Saat ini, menurut dia, baru dua KBHU yang aktif menyelenggarakan manasik haji di Pariaman, yakni KBHU Al Mutawif dan KBHU Al Ikhlas. Keduanya telah mengantongi izin dari Direktorat Jenderal Haji dan Umrah Kemenag sebelum terbentuknya Kemenhaj.

Ke depan, tegasnya, penataan KBHU bakal diperketat. Legalitas menjadi harga mati. Akta notaris terdaftar di Kemenkumham, struktur organisasi jelas. Tenaga pembimbing kompeten bersertifikat, serta punya kantor resmi yang dapat diakses publik.

“Ini demi melindungi jamaah. Manasik bukan formalitas, tapi fondasi ibadah,” tandasnya.

Selain manasik mandiri, manasik tingkat kota Pariaman juga akan digelar. Dari sisi kesehatan, para CJH akan menjalani imunisasi dan pemantauan medis.

“Jaga kesehatan sejak dini. Pola makan, istirahat, dan disiplin kesehatan menentukan kelancaran ibadah,” pesan Ustadz Zet.

Antrean suci terus bergerak. Di balik angka dan prosedur, harapan ribuan doa warga Pariaman kini berpacu dengan kesiapan iman dan raga.

Untuk pemberangkatan CJH nantinya, ia akan terus melakukan koordinasi dengan jajaran Pemerintah Kota Pariaman, terutama sekali Pimpinan Daerah. “Kesuksesan pelayanan warga akan ditentukan koordinasi dan kebersamaan dari semua pihak,” tandas Ustadz Zet. (mak).