Mengetuk Pintu Kemiskinan, Yota Balad Turun Langsung Bedah Rumah Warga Pariaman

Kota Pariaman – Langkah kaki Wali Kota Pariaman, Sumatera Barat, Yota Balad, menyusuri lorong pemukiman warga di Desa Ampalu dan Kampung Baru, pada Minggu (4/1/2026), bukan sekadar kunjungan seremonial.

Seketika Yota Balad terenyuh melihat di balik atap bocor dan dinding rapuh rumah warga. Karena, ia menyaksikan langsung wajah kemiskinan yang selama ini luput dari pandangan.

Ia didampingi Ketua TP PKK Kota Pariaman, Ny. Yosneli Balad, menyerahkan bantuan kasur sekaligus meninjau rumah-rumah warga yang tak lagi layak disebut hunian.

Beberapa rumah tampak nyaris roboh. Atap lapuk, dinding retak, dan ruang hidup yang jauh dari standar kesehatan.

“Kami ingin melihat dengan mata kepala sendiri. Tidak cukup hanya laporan di atas meja,” tegas Yota Balad di sela peninjauan.

Ia menegaskan, program perbaikan rumah dan bantuan perlengkapan tidur ini bukan sekadar bantuan sosial, melainkan bagian dari ikhtiar pemerintah menghadirkan martabat hidup bagi warganya.

Hasil peninjauan menemukan sejumlah rumah dengan kerusakan serius yang segera diusulkan masuk program perbaikan. Bahkan, satu rumah warga dipastikan akan menjalani bedah rumah karena kondisinya dinilai membahayakan keselamatan penghuni.

Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tersebut akan dibiayai melalui BAZNAS Kota Pariaman, dan dijalankan sesuai ketentuan yang berlaku, memastikan bantuan tepat sasaran dan berkeadilan.

“Kami ingin warga Pariaman hidup di rumah yang aman, sehat, dan manusiawi. Ini bagian dari komitmen kami mengurai kemiskinan dari akar paling dasar,” ujar Yota Balad.

Ia menegaskan, pemerintah kota akan terus memperkuat program bantuan sosial dan perbaikan hunian sebagai strategi jangka panjang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Di balik dinding rapuh yang disentuh tangan pemimpin, harapan baru mulai dibangun. Bukan dengan janji, tetapi dengan tindakan nyata.(r-mak).