Batubara, Fajarharapan.id – Komitmen untuk tumbuh bersama petani terus diwujudkan oleh PT Socfin Indonesia Kebun Tanah Gambus. Melalui kegiatan gathering kemitraan yang digelar pada Senin (29/12/2025), Socfindo kembali menegaskan perannya sebagai mitra strategis petani sawit binaan di Kecamatan Lima Puluh, Kabupaten Batubara.
Bertempat di Balai Gedung Serba Guna Socfindo Tanah Gambus, kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang pembelajaran dan pemberdayaan. Dalam suasana kebersamaan, Socfindo menyerahkan bantuan alat panen kepada delapan kelompok tani binaan, berupa alat panen, eggrek, kereta sorong, galah fiber, alat semprot tangki knapsak sparayer dan mesin babat rumput. Bantuan ini merupakan wujud nyata perhatian perusahaan dalam mendukung kelancaran kerja petani di kebun.
Sebagai perusahaan perkebunan yang mengedepankan praktik berkelanjutan, Socfindo tidak hanya memberikan bantuan fisik. Para petani juga diajak turun langsung ke lapangan untuk mengikuti bimbingan teknis. Di kebun, petani belajar langsung dari praktik yang selama ini diterapkan Socfindo, mulai dari teknik penanaman kelapa sawit yang tepat, pengaturan lubang tanam, teknik panen yang benar, pengenalan bibit unggul produksi Socfindo, hingga perawatan tanaman dan pengendalian hama.
Adapun pemateri dalam praktik dilapangan tersebut diantaranya, Askep Roniawan Sinaga, Asisten Divisi 1 Iqbal Koyoto, Asisten Divisi 2 Asqian Satria Anindito, Asisten Divisi 3 Adrian Amos Pangaribuan, Asisten Divisi 4 Samuel Choky Trimen Sinaga, Asisten Divisi 5 Andrew Bastian Sinaga.
Groupman 2 PT Socfindo, Hugo Napitupulu, saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa pendampingan langsung kepada petani merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun kemitraan jangka panjang.
“Kami ingin apa yang kami lakukan di kebun Socfindo bisa menjadi contoh dan diterapkan oleh petani mitra binaan. Dengan pendampingan berkelanjutan, kami berharap produktivitas dan kualitas sawit petani semakin meningkat, sekaligus membangun kemitraan yang saling menguatkan dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menegaskan, Socfindo tidak hanya berorientasi pada produksi perusahaan, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan petani mitra di sekitarnya. Melalui kemitraan ini, Socfindo berharap dapat melahirkan petani yang mandiri, kebun yang sehat, dan masa depan yang lebih baik bagi petani sawit di Kabupaten Batubara.
Sementara itu, pengurus Socfindo Kebun Tanah Gambus, Robert Sagala, menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi bagian dari langkah Socfindo dalam mendorong peningkatan standar pengelolaan kebun petani.
“Socfindo terus mendorong petani binaan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan kebun. Salah satunya dengan menargetkan kelompok tani binaan meraih sertifikat ISPO, sehingga hasil panen petani memiliki nilai jual yang lebih baik dan mampu bersaing,” jelasnya.
Peran aktif Socfindo dalam mendampingi petani turut mendapat apresiasi dari pemerintah setempat. Camat Lima Puluh, Andri Aulia Harahap, menilai kehadiran Socfindo memberikan kontribusi positif bagi pembangunan sektor perkebunan di wilayahnya.
“Kami melihat Socfindo tidak hanya menjalankan usaha, tetapi juga hadir membina dan memberdayakan petani. Ini sangat membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Agus Salim, perwakilan Kelompok Tani Maju Bersama Pematang Panjang, mengaku kegiatan tersebut memberikan manfaat nyata.
“Bukan hanya alat, tapi ilmu yang kami dapat sangat berharga. Kami belajar langsung dari praktik Socfindo di lapangan, dan itu sangat membantu kami mengelola kebun dengan lebih baik,” ujarnya.






