Solsel  

Supreme Energy Tqjak Sumur Pertama PLTP Muara Laboh Unit 2

Solsel,fajarharapan.id –  PT Supreme Energy, melalui PT Supreme Energi Muara Laboh (SEML), melakukan tajak sumur pertama pengembangan PLTP Muara Laboh unit 2, Kamis (16/10). Ini menandai dimulainya pengembangan proyek panas bumi tahap kedua dengan kapasitas 80 megawatt (MW) di wilayah kerja Liki Pinangawan Muaralaboh, Solok Selatan, Sumatera Barat.

Kegiatan pengeboran secara simbolik ditandai dengan penekanan tombol sirene oleh Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, didampingi Bupati Solok Selatan, Khairunas, Direktur Panas Bumi Ditjen EBTKE, Gigih Udi Atmo, Anggota Komisi V DPR, Zigo Rolanda, Komisaris Supreme Energy, Keo Santosa, President & CEO Supreme Energy, Nisriyanto, Chief Officer Operation SEML, Kawasaki, General Manager PLN Unit Induk Pembangkitan Sumbagteng, Hendro Prasetyawan.

Kegiatan pemboran sumur panas bumi pertama dilakukan setelah Inspektur panas bumi dari Ditjen EBTKE Kementerian ESDM memberikan persetujuannya karena dianggap telah memenuhi kaidah teknik dan keselamatan kerja. Hasil inspeksi dan persetujuan disampaikan secara langsung oleh Gigih.
Usai peresmian tajak pertama, Nisriyanto mengatakan dalam pengembangan ini, SEML berencana melakukan pengeboran 6-8 sumur produksi dan injeksi selama periode 16 bulan.

Momen penting ini ditandai dengan seremoni “Tajak” atau mulainya pengeboran sumur pertama untuk Unit 2 di Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Liki Pinangawan Muaralaboh.
Kegiatan yang berlangsung di Tapak Sumur ML-F3 ini menjadi tonggak sejarah baru dalam upaya pemanfaatan energi panas bumi di Sumatera Barat. Pengembangan tahap kedua ini merupakan kelanjutan dari kesuksesan PLTP Muara Laboh Unit 1 yang telah beroperasi sebelumnya.

VP Business Relations PT SEML, Ismoyo Argo, dalam keterangannya menyatakan bahwa proyek ini adalah wujud komitmen perusahaan dalam mendukung program transisi energi pemerintah dan penyediaan listrik yang ramah lingkungan.
“Pengeboran sumur pertama untuk Unit 2 ini bukan sekadar penambahan kapasitas, tetapi penegasan komitmen kami untuk mendukung target bauran energi nasional dan menyediakan energi bersih yang andal bagi masyarakat,” ujar Ismoyo Argo.

Dengan dimulainya pengeboran ini, PT SEML akan melanjutkan eksplorasi dan eksploitasi potensi panas bumi yang melimpah di wilayah tersebut. Proyek PLTP Muara Laboh Unit 2 diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pasokan listrik di jaringan Sumatera serta menciptakan dampak ekonomi positif bagi masyarakat Solok Selatan secara umum.

Pengeboran akan dilakukah hingga kedalaman 3.200 m MD untuk sumur produksi dan 2.500 m MD untuk sumur injeksi.
“Pembangunan PLTP Muara Laboh Unit 2 ini diharapkan selesai akhir 2027. Proyek pengembangan ini dilakukan berdasarkan Amandemen Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) / Power Purchase Agreement (PPA) dengan PT PLN (Persero) untuk pengembangan Unit 2 dan Unit 3 yang ditandatangani pada 23 Desember 2024,” ujarnya.

Nisriyanto juga menyampaikan bahwa listrik yang dihasilkan akan disalurkan PLN melalui jaringan Sumatra untuk meningkatkan bauran energi dari energi terbarukan dan memperkuat pasokan listrik di wilayah tersebut bagi kebutuhan sekitar 435.000 rumah tangga. Penambahan kapasitas dari proyek PLTP Muara Laboh Unit 2 ini akan mengurangi emisi sekitar 460.000 ton CO2 per tahun.

Terkait investasi, dia menyebutkan total investasi untuk pengembangan PLTP Muara Laboh Unit 2 ini mencapai US$ 490 juta.
Di Januari 2025, SEML telah menandatangani Perjanjian Pinjaman dengan konsorsium Lembaga Keuangan Pembangunan yang terdiri dari Japan Bank for International Cooperation (JBIC), Asian Development Bank, Ltd., Mizuho Bank, Ltd., Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC), MUFG Bank, Ltd. dan Hyakugo Bank, Ltd., dengan jaminan dari Nippon Export and Investment Insurance (NEXI).

Proyek PLTP kedua di Solok Selatan ini berpotensi memberikan kontribusi signifikan melalui pembayaran royalti dan bonus produksi kepada Pemerintah Daerah.(des*)