Wali Kota Pariaman Kumpulkan Forkopimda & Tokoh Masyarakat Soroti Orgen Tunggal Hingga Kasus Pelecehan Anak

Kota Pariaman – Menyikapi maraknya polemik sosial dan isu yang berkembang di tengah masyarakat, Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman menggelar Focus Group Discussion (FGD) Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bersama tokoh masyarakat, khususnya dari Kecamatan Pariaman Tengah.

FGD yang berlangsung di Ruang Rapat Wali Kota Pariaman, Rabu (1/10/2025), dipimpin langsung oleh Wali Kota (Wako) Yota Balad, didampingi Ketua DPRD Muhajir Muslim, Kapolres AKBP Andrenaldo Ademi, Kajari Bagus Priyonggo, serta perwakilan Korem II dan Kodim 0308 Pariaman.

Dalam arahannya, Wako Yota Balad menegaskan bahwa membangun Kota Pariaman tidak bisa hanya mengandalkan wali kota, wakil wali kota, dan OPD.

“Kekuatan utama adalah sinergi forkopimda dan dukungan penuh tokoh masyarakat. Tanpa itu, mustahil pembangunan berjalan,” tegas Yota Balad.

Lebih jauh, Yota Balad menyoroti maraknya hiburan orgen tunggal yang beroperasi hingga lewat pukul 03.00 dini hari, yang dinilai meresahkan.

Ia juga mengungkap keprihatinan serius atas kasus pelecehan seksual terhadap anak yang makin marak dan berpotensi merusak generasi muda Pariaman.

“Ini ancaman nyata. Kita butuh peran niniak mamak, alim ulama, dan tokoh masyarakat untuk turun langsung menasehati anak kemenakan kita. Pengawasan ekstra harus dilakukan agar kerusakan moral bisa ditekan,” ujarnya lantang.

Wali Kota menegaskan, Pemko Pariaman bersama Forkopimda sudah sering menggelar program parenting dan sosialisasi.

Namun, menurut dia, tanpa keterlibatan langsung tokoh masyarakat, upaya tersebut tidak akan maksimal.

“Dukungan penuh masyarakat adalah kunci. Semua program Pemko harus berjalan untuk satu tujuan: kesejahteraan rakyat Pariaman,” pungkas Yota Balad.(r-mak).