Blog  

Bupati Agam Hentikan Sementara Program MBG di Kampuang Tangah Usai Kasus Keracunan Massal

Bupati Agam tinjau korban keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBB) yang dirawat di puskesmas.
Bupati Agam tinjau korban keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBB) yang dirawat di puskesmas.

Agam, fajarharapan.id– Bupati Agam, Benni Warlis, mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara operasional dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Nagari Kampuang Tangah, Kecamatan Lubuk Basung. Keputusan ini diambil menyusul kasus dugaan keracunan massal yang menimpa puluhan pelajar TK dan SD pada Rabu siang.

Menurut laporan sementara, sebanyak 50 siswa mengalami gejala keracunan usai menyantap nasi goreng yang didistribusikan dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat. Dari jumlah tersebut, 36 orang dirawat di Puskesmas Manggopoh, 11 orang di RSUD Lubuk Basung, dan tiga lainnya mendapat perawatan di RSIA Rizki Bunda.

Bupati Benni menegaskan, penghentian sementara ini dilakukan untuk menjamin keselamatan masyarakat sambil menunggu hasil uji laboratorium yang akan memastikan penyebab pasti keracunan.

“Dapur MBG di Kampuang Tangah untuk sementara kita tutup. Keselamatan masyarakat Agam adalah hal utama. Program ini bisa dilanjutkan setelah ada kejelasan dari hasil pemeriksaan,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan, keputusan tersebut diambil setelah rapat darurat bersama jajaran terkait. “Karena kasus ini sudah menimbulkan korban, saya tidak ingin ada risiko berulang. Sampai ada hasil resmi, kegiatan dapur MBG di lokasi ini dihentikan sementara,” tambah Benni.

Selain menghentikan operasional dapur, Pemkab Agam juga melakukan pelacakan menyeluruh terhadap jalur distribusi makanan MBG serta bahan baku yang digunakan. Langkah ini penting untuk mengidentifikasi sumber masalah dan mencegah kejadian serupa di masa depan.

“Tracking sedang dilakukan. Mudah-mudahan persoalan ini cepat terang, sehingga masyarakat bisa kembali merasa aman dengan program yang seharusnya bermanfaat,” jelasnya.

Sementara itu, Pemkab Agam memastikan pelayanan kesehatan bagi seluruh korban tetap menjadi prioritas. Tenaga medis disiagakan di Puskesmas Manggopoh, RSUD Lubuk Basung, serta RSIA Rizki Bunda. BPBD Agam juga menyalurkan logistik tambahan berupa selimut, popok, dan perlengkapan lainnya bagi pasien.

Bupati menekankan, meski dapur MBG Kampuang Tangah ditutup sementara, komitmen Pemkab dalam menyediakan makanan bergizi bagi pelajar tetap berjalan. “Program ini akan dievaluasi agar benar-benar aman. Kita ingin manfaat MBG tetap dirasakan anak-anak, tapi dengan standar keamanan pangan yang lebih ketat,” tandasnya.(Ab)