Kotim  

Bupati Kotim: MTQ dan FSQ Jadi Sarana Membumikan Al-Qur’an di Tengah Masyarakat

Sampit, fajarharapan.id – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Halikinnor, secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-56 sekaligus Festival Seni Qasidah (FSQ) 2025 tingkat kabupaten. Ia menyebut kegiatan ini bukan hanya sekadar ajang perlombaan, melainkan juga sarana strategis dalam syiar Islam serta upaya membumikan Al-Qur’an di tengah-tengah masyarakat.

“MTQ dan FSQ adalah wujud kecintaan kita kepada Al-Qur’an. Bukan hanya sekadar kompetisi, tetapi juga ruang memperkokoh ukhuwah islamiyah serta memperkuat nilai-nilai keagamaan di Bumi Habaring Hurung,” kata Halikinnor dalam sambutannya di Sampit, Sabtu (28/9/2025).

Pembukaan acara dipusatkan di lapangan sepak bola mini Kompleks Stadion 29 November Sampit, Jalan Tjilik Riwut kilometer 2,5. Suasana pembukaan berlangsung meriah, dihadiri oleh jajaran forum koordinasi pimpinan daerah (FKPD), kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, tokoh masyarakat, dan tokoh agama.

Halikinnor menegaskan, tujuan utama pelaksanaan MTQ dan FSQ adalah membangun semangat umat Islam untuk terus membaca, memahami, serta mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, acara ini juga menjadi wadah mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan antar masyarakat dari 17 kecamatan di Kotim.

Ia menambahkan, melalui kegiatan ini pemerintah daerah berharap lahir qari/qariah, hafidz/hafidzah, serta peserta terbaik lainnya yang kelak akan membawa nama Kotim di ajang MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Tengah. Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Kalteng Nomor 188.44/87/2025, penyelenggaraan MTQ tingkat provinsi tahun ini akan digelar di Kabupaten Barito Utara.

Bupati juga mengapresiasi semua pihak yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan ini, mulai dari panitia pelaksana, dewan hakim, peserta, hingga dukungan dari Kecamatan Baamang selaku tuan rumah dan para donatur. “Antusiasme masyarakat sangat tinggi, ini patut kita apresiasi karena menunjukkan semangat bersama dalam memuliakan Al-Qur’an,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kotim, Nur Widiantoro, berharap syiar Islam melalui MTQ dan FSQ tidak berhenti hanya pada acara semata. Ia menekankan pentingnya agar kegiatan ini memberi pengaruh positif terhadap pembinaan kehidupan beragama di Kotim.

“Kegiatan MTQ yang penuh syiar Islam ini akan mubazir jika tidak meninggalkan bekas dalam perilaku masyarakat. Maka, keterlibatan semua pihak sangat dibutuhkan agar manfaatnya benar-benar terasa pasca penyelenggaraan,” ungkap Nur.

Ia juga menaruh harapan besar pada Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) di seluruh tingkatan di Kotim agar dapat menyusun langkah strategis ke depan. Antara lain dengan melakukan pembibitan qari/qariah, hafidz/hafidzah, mufassir/mufassirah, serta mengembangkan cabang musabaqah lainnya sesuai potensi di masing-masing daerah.

Dengan penyelenggaraan MTQ dan FSQ ini, pemerintah daerah optimistis syiar Islam semakin kuat di Kotim, sekaligus membentuk generasi Qur’ani yang mampu membawa daerah ini semakin religius, berdaya saing, dan sejahtera.(Av/M)