Blog  

ULB Mewisuda 504 Mahasiswa, Rektor Tekankan Lulusan Junjung Tinggi Nilai Kemanusiaan

Rektor ULB Assoc. Prof. Ade Parlaungan Nasution, SE., M.Si., Ph.D (kanan) saat memberikan cenderamata ke salah satu lulusan terbaik.

Labuhanbatu, Fajarharapan.id – Universitas Labuhanbatu (ULB) mewisuda sebanyak 504 lulusan dari Program Diploma XXII, Sarjana XXVIII, dan Pascasarjana VI pada Wisuda Periode II Tahun Akademik 2025. Prosesi yang berlangsung pada Kamis (25/9/2025) di Auditorium Kampus ULB ini diwarnai nuansa adat Melayu yang kental.

Dalam sambutannya, Rektor ULB Assoc. Prof. Ade Parlaungan Nasution, SE., M.Si., Ph.D.  menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari tantangan baru di dunia nyata.

“Wisuda bukan akhir perjuangan, justru awal dari pertempuran. Apakah menjadi pekerja atau wirausaha, itu pilihan kita semua. Program MBKM telah memberi bekal langsung dari dunia praktik bagi banyak wisudawan,” ujarnya.

Rektor juga mengingatkan pentingnya menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam setiap langkah kehidupan.

“Ada satu hal yang tidak boleh ditinggalkan, yaitu kemanusiaan. Kemanusiaan adalah memperlakukan manusia sebagaimana manusia,” tegasnya.

Ia menutup sambutannya dengan pesan kepada seluruh lulusan agar senantiasa menjaga nama baik almamater.

“Kepada seluruh mahasiswa yang diwisuda hari ini, harumkan nama Universitas Labuhanbatu di luar sana,” pungkasnya.

Bupati Labuhanbatu dr. Maya Hasmita yang turut hadir dalam kegiatan itu memberikan apresiasi tinggi atas komitmen ULB dalam mengangkat budaya lokal. Menurutnya, pelestarian budaya menjadi bagian penting dari identitas daerah.

“Kita sangat berbangga karena ULB dalam setiap wisuda selalu menampilkan budaya-budaya yang ada di Labuhanbatu, termasuk 12 etnis. Hari ini, Pak Rektor dan jajarannya mengenakan adat Melayu. Ini patut diapresiasi karena turut melestarikan budaya daerah,” ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu tengah menyiapkan program budaya, seperti menjadikan tanjak Melayu sebagai ikon daerah serta mengadakan lomba dayung di kawasan pesisir.

“Kami juga akan mencari dan membangkitkan kembali jejak Kesultanan Melayu di Labuhanbatu agar generasi muda mengenal sejarah dan budayanya,” tambahnya.

Bupati Maya pun berpesan kepada para wisudawan untuk terus berkontribusi dalam pembangunan daerah.

“Teruslah berkarya membangun Labuhanbatu dan berikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah,” tutupnya.