Labuhanbatu, Fajarharapan.id – Polemik pemberhentian Rektor Universitas Al Washliyah (Univa) mencuat ke publik setelah Basyarul Ulya Nasution menyatakan keberatannya atas keputusan yang dianggap tidak sesuai mekanisme organisasi. Dalam pernyataannya, Basyarul menegaskan bahwa dirinya masih menjabat secara sah hingga masa jabatannya berakhir pada 18 November 2025.
Menurut Basyarul, mekanisme pemberhentian rektor tidak bisa dilakukan sembarangan.
“Tidak ada masalah jika sesuai mekanisme. Plt (Pelaksana Tugas) itu pengajuannya harus dari Majelis Pendidikan ke Pengurus Besar. Kalau ada pelanggaran di Majelis Pendidikan, barulah diajukan pemberhentian ke Pengurus Besar melalui rapat pertimbangan senat. Setelah itu baru bisa menonaktifkan pejabat,” kata dia kepada media, Sabtu (20/9/2025).
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa apabila seorang rektor dinonaktifkan, yang berhak menjabat sebagai Plt adalah wakil rektor, bukan orang dari luar institusi.
“Saya tidak tahu apa maksud penonaktifan itu, tapi sesuai statuta, yang berhak menggantikan sementara adalah wakil rektor, bukan dari luar,” tambahnya.
Basyarul juga mengkritik keras keputusan yang dinilainya sarat kepentingan pribadi. Ia menyebutkan bahwa jabatan Rektor justru diberikan kepada Raja Fani Fatahilah, yang merupakan anak kandung dari salah satu petinggi organisasi dan sebelumnya dikenal sebagai calon wakil bupati.
“Pangkatnya masih asisten ahli, sementara posisi rektor harus berpangkat Lektor. Ini sangat tidak masuk akal dan tidak sesuai prosedur,” tegasnya.
Ia mengungkapkan kekecewaannya terhadap oknum Pengurus Besar Al Washliyah yang menurutnya “menghalalkan segala cara” demi mendudukkan orang tertentu di kursi rektor. Meski dinonaktifkan, Basyarul menegaskan tidak akan meninggalkan jabatannya sebelum masa tugasnya resmi berakhir.
“Saya kecewa dengan ulah oknum seperti ini. Al Washliyah bukan milik Ketua Umum pribadi. Saya bahkan sudah mengajukan tahapan pemilihan rektor tiga bulan sebelumnya, tapi tidak diproses. Sekarang, saat tinggal 45 hari lagi masa jabatan saya habis, malah diperlakukan seperti ini. Saya tidak akan meninggalkan tempat ini sampai 18 November, apapun yang terjadi. Saya mulai dari staf bawah, saya tahu perjuangan membangun Univa,” katanya penuh emosi.
Sampai saat ini, belum ada klarifikasi resmi dari pihak Pengurus Besar Al Washliyah terkait pemberhentian ini.






