Blog  

Heboh, Pengerjaan Peningkatan Lapangan Olahraga Desa Tungkal Satu Diduga tak Tepat Sasaran dan Menggunakan Material Lama

Pengerjaaan lapangan futsal
Pengerjaaan lapangan futsal

Bengkulu Selatan, fajarharapan.id – Heboh, pengerjaan peningkatan lapangan olahraga dari lapangan volly menjadi lapangan futsal di Desa Tungkal Satu, Kecamatan Pino Raya, Kabupaten Bengkulu Selatan, diduga tak tepat sasaran dan menggunakan material lama.

Kepala Desa Tungkal Satu, Andri Eko Oktapianto, ketika dikonfirmasi oleh awak media fajarharapan.id, mengakui bahwa Pemerintah Desa Tungkal Satu memang menganggarkan dana peningkatan lapangan Olahraga menggunakan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2023. Namun, dalam pengerjaannya banyak menggunakan bekas material yang sudah ada untuk pondasi dan timbunan.

“Andaikata bangunan lama lapangan volly harus dipatahkan terlebih dahulu, maka akan ada biaya tambahan. Oleh karena itu, kami memutuskan untuk membangun Peningkatan Lapangan Olahraga di Desa Tungkal Satu dengan mempertahankan bekas lapangan Volly yang ada,” jelas Andri, Jumat 7 Juli 2023.

“Melalui Rapat musyawarah Desa (Musdes), kami menganggarkan peningkatan lapangan futsal dengan pagu anggaran sebesar Rp133.324.500,” tambah Andri.

Bangunan sebagian dibangun dengan memanfaatkan lapangan volly yang sudah ada. Dimensi lapangan volly lama adalah 12m x 21m x 0,05cm, sedangkan luas tambahan lapangan baru adalah 9m x 12m x 0,15cm.

Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Tungkal Satu, setelah melakukan pengecekan lokasi, menjelaskan bahwa material lama tidak dibongkar atau dibuang, melainkan langsung dilapisi dengan semen coran baru. Pondasi yang digunakan juga sebagian menggunakan pecahan semen bekas bangunan lama, ditambah dengan timbunan.

Salah seorang tokoh masyarakat setempat angkat bicara soal pembangunan proyek tersebut. “Dana yang dianggarkan oleh Pemerintah Desa Tungkal Satu sebesar Rp133.324.500 ini memang terlihat tidak masuk akal,” kata Son, seorang Tokoh Pemuda Bengkulu Selatan.

“Saya menduga ada manipulasi dalam penggunaan dana tersebut. Dengan besaran dana seperti itu, seharusnya dapat membangun bangunan baru,” tambahnya dia lagi.

Selain dugaan mark-up pembelanjaan barang dalam pengerjaan peningkatan Lapangan Olahraga yang masih berlangsung, penggunaan sisa bangunan lapangan Volly yang lama juga menjadi perhatian. Son berencana melaporkan pengerjaan ini ke Inspektorat Bengkulu Selatan dan akan mengikuti perkembangannya hingga selesai. (Sugi)