Jakarta – Telur rebus menjadi salah satu menu sederhana yang banyak digemari karena mudah dibuat sekaligus kaya nutrisi. Meski begitu, kerap muncul perdebatan: mana yang lebih baik dikonsumsi, telur rebus matang penuh atau setengah matang?
Telur Rebus Setengah Matang
Bagi sebagian orang, telur setengah matang atau soft-boiled egg terasa lebih nikmat karena teksturnya lembut dan kuning telurnya masih agak cair. Biasanya sajian ini sering dipadukan dengan ramen, nasi hangat, atau roti panggang.
Namun, ada risiko yang perlu diperhatikan. Jika tidak benar-benar matang, telur berpotensi masih mengandung bakteri Salmonella yang dapat memicu keracunan makanan. Gejalanya bisa berupa diare, mual, muntah, hingga demam.
Untuk meminimalkan risiko, sebaiknya pilih telur yang masih segar, dicuci bersih sebelum direbus, serta idealnya sudah melalui proses pasteurisasi. Saat memasak, pastikan bagian putih telur sudah padat, sementara kuningnya masih bisa dibiarkan sedikit lembek.
Telur Rebus Matang Penuh
Berbeda dengan setengah matang, telur rebus matang atau hard-boiled egg dimasak hingga bagian putih dan kuning benar-benar padat. Dari sisi keamanan pangan, pilihan ini lebih unggul karena bakteri berbahaya sudah mati akibat suhu tinggi.
Meski proses memasaknya lebih lama, kandungan gizi antara telur matang dan setengah matang tidak jauh berbeda. Protein, vitamin, serta mineral tetap tersedia, hanya saja pemanasan berlebihan bisa sedikit menurunkan sebagian kecil nutrisinya.
Menariknya, tubuh justru lebih mudah menyerap protein dari telur matang. Riset menunjukkan, penyerapan protein dari telur yang dimasak bisa mencapai sekitar 90 persen, sedangkan dari telur mentah hanya sekitar 50 persen.
Tips Mengonsumsi Telur agar Lebih Sehat
Agar manfaat telur lebih optimal, berikut beberapa hal yang bisa diperhatikan:
Gunakan metode memasak rendah kalori – merebus atau membuat poached egg lebih sehat daripada menggoreng.
Kombinasikan dengan sayuran – menambah serat, vitamin, dan mineral.
Pilih minyak tahan panas – jika digoreng, gunakan minyak seperti alpukat atau bunga matahari.
Pilih telur berkualitas – telur organik atau dari ayam dengan pakan alami umumnya lebih kaya nutrisi.
Hindari memasak terlalu lama – merebus terlalu lama bisa mengurangi kandungan gizi dan meningkatkan kolesterol teroksidasi.
Mana yang Lebih Baik?
Jika dilihat dari sisi rasa, pilihan kembali pada selera masing-masing. Akan tetapi, jika keamanan menjadi pertimbangan utama, telur rebus matang lebih disarankan karena risiko bakteri jauh lebih kecil.
Telur setengah matang tetap bisa dinikmati, asal kualitas dan kebersihannya terjamin. Singkatnya, keduanya sama-sama bergizi, hanya berbeda pada tingkat keamanan konsumsi.(BY)






