Padang  

Mahyeldi, Wakaf Jadi Solusi Jangka Panjang Umat

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, meresmikan
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, meresmikan

PadangGubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, meresmikan Graha Wakaf AR Risalah, gedung wakaf pertama di provinsi ini yang hadir khusus untuk mengedukasi masyarakat tentang wakaf. Acara peresmian berlangsung khidmat di kompleks Yayasan Wakaf AR Risalah, Kota Padang, Jumat (29/8/2025).

Dalam sambutannya, Mahyeldi menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas berdirinya Graha Wakaf tersebut. Ia menilai kehadiran gedung ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan pemahaman dan literasi masyarakat terkait wakaf di Sumatera Barat.

“Graha Wakaf ini adalah yang pertama di Sumbar, dibangun khusus untuk pengembangan wakaf. Jika dikelola secara optimal, manfaatnya akan terasa luas bagi umat maupun daerah,” ujarnya.

Mahyeldi juga menekankan bahwa wakaf memiliki fleksibilitas lebih besar dibanding zakat, sehingga mampu menjawab berbagai kebutuhan masyarakat. “InsyaAllah, ini akan menjadi solusi jangka panjang,” tambahnya.

Ketua Yayasan Wakaf AR Risalah, H. Kamrizal, turut menyampaikan rasa syukur atas selesainya pembangunan gedung tersebut. Ia menjelaskan bahwa Graha Wakaf akan difungsikan sebagai pusat informasi, konsultasi, sekaligus wadah kegiatan kelembagaan yayasan dalam pengelolaan wakaf.

“Di sini akan hadir galeri wakaf, ruang konsultasi, serta program edukasi untuk masyarakat. Gedung ini juga menjadi tempat berkumpul bagi dewan pembina, pengurus yayasan, hingga majelis syuro. Harapannya, Graha Wakaf dapat memperkuat peran Padang sebagai Kota Wakaf serta mendorong pengembangan wakaf di Sumbar,” tutur Kamrizal.

Peresmian tidak hanya ditandai dengan seremoni, tetapi juga aksi simbolis. Gubernur Mahyeldi melakukan penanaman perdana wakaf produktif berupa melon premium hidroponik di Lumin’s Farm, sebagai wujud nyata wakaf yang berkelanjutan.

Usai kegiatan tersebut, Mahyeldi melanjutkan dengan memberikan kuliah umum di Gedung Serbaguna Firman Bahar AR Risalah. Kuliah umum itu mengangkat tema “Membangun Ekonomi Berkelanjutan dan Berkeadilan di Era Digital dengan Landasan Moral yang Kuat.”(des*)