Jasa Raharja Bersama Ditlantas Polda Sumbar dan CV Hayati Padang Hadir untuk Keselamatan: Safety Campaign & Edukasi Pemutihan Pajak

Padang, fajarharapan.id– Suasana pagi di Simpang Jam Ria, Padang, Selasa (29/7/2025), tampak berbeda dari biasanya. Bukan karena kemacetan, tetapi karena hadirnya tim gabungan dari Jasa Raharja Sumatera Barat, Ditlantas Polda Sumbar, dan CV Hayati Padang yang menggelar aksi simpatik bertajuk Safety Campaign & Edukasi Pajak Kendaraan.

Kampanye keselamatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB ini menyita perhatian para pengguna jalan. Para pengendara yang melintas dihentikan secara persuasif—bukan untuk ditilang, tetapi untuk diedukasi. Mereka diberi informasi penting soal keselamatan berkendara, sekaligus dibagikan helm SNI secara gratis bagi yang menggunakan helm tak layak pakai.

Tak hanya itu, tim juga menyebarkan brosur mengenai program pemutihan pajak kendaraan bermotor yang tengah berlangsung di Sumatera Barat dan akan berakhir pada 31 Agustus 2025 mendatang. Berbagai cendera mata menarik turut dibagikan untuk membangun suasana yang bersahabat.

Kepala Jasa Raharja Wilayah Sumbar, Teguh Afrianto, menyebut kegiatan ini sebagai bentuk kehadiran nyata Jasa Raharja di tengah masyarakat. “Kami ingin menunjukkan bahwa Jasa Raharja tidak hanya hadir saat terjadi kecelakaan, tetapi juga aktif dalam pencegahan. Kampanye ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap keselamatan pengguna jalan,” ujarnya.

Ia menegaskan pentingnya mendorong masyarakat agar tak hanya patuh secara administrasi—seperti memiliki SIM, STNK, dan membayar pajak—tetapi juga peduli terhadap aspek teknis dan keselamatan, seperti kondisi helm, ban, dan lampu kendaraan.

Aksi ini menyasar khusus para pengendara yang sudah lengkap secara administrasi, namun masih abai terhadap perlengkapan keselamatan standar. Pendekatan edukatif ini dipilih karena dianggap lebih efektif dalam membangun kesadaran jangka panjang dibandingkan pendekatan represif.

Antusiasme warga terlihat dari banyaknya pengendara yang berhenti sukarela dan mengajukan pertanyaan seputar keselamatan dan proses pemutihan pajak. Beberapa bahkan mengaku baru tahu bahwa helm yang sudah retak ringan sebenarnya tidak layak digunakan karena tak lagi efektif melindungi kepala.

“Senang bisa dapat helm baru, tapi yang lebih penting, saya jadi tahu kalau helm itu ada masa pakainya juga,” kata Rino, pengemudi ojek daring yang mengaku sudah tiga tahun tak mengganti helm.

Kehadiran CV Hayati Padang sebagai mitra otomotif juga memperkaya kegiatan ini dengan kontribusi edukasi seputar perawatan kendaraan dan pentingnya servis berkala demi keamanan berkendara.

Dengan pendekatan humanis dan langsung menyentuh masyarakat, kegiatan ini dinilai sebagai cara yang efektif untuk membangun budaya tertib dan aman di jalan raya. Kolaborasi tiga pihak—Jasa Raharja, kepolisian, dan sektor swasta—menjadi bukti bahwa keselamatan berlalu lintas adalah tanggung jawab bersama.

Masyarakat pun berharap kegiatan serupa terus dilakukan secara rutin, tidak hanya di Padang, tetapi juga menyasar daerah-daerah lain di Sumatera Barat yang angka kecelakaannya masih tinggi. Sebab keselamatan di jalan bukan hanya soal aturan, tapi juga soal kesadaran dan kepedulian—yang perlu terus dihidupkan.(*)