Blog  

6 Jenis Makanan yang Bisa Merusak Ginjal — Hati-hati Mengonsumsinya!

Ilustrasi ginjal yang alami kerusakan.
Ilustrasi ginjal yang alami kerusakan.

JakartaGinjal merupakan organ penting yang bertanggung jawab menyaring limbah dan cairan berlebih dari darah manusia.

Kerusakan ginjal dapat memberikan dampak negatif yang luas pada tubuh dan meningkatkan risiko masalah kesehatan yang lebih serius. Pola makan juga turut memengaruhi kondisi ginjal, sehingga penting untuk lebih cermat memilih asupan makanan.

Terdapat beberapa jenis makanan yang apabila dikonsumsi secara berlebihan justru dapat memberatkan kerja ginjal dan meningkatkan risiko kerusakan.

Berikut daftar makanan yang dapat memberikan dampak negatif bagi ginjal, seperti dihimpun dari beberapa sumber.

1. Garam (Natrium) yang Berlebihan
Asupan garam yang terlalu besar dapat menjadi beban bagi ginjal, karena ginjal harus lebih kerja keras untuk menjaga keseimbangan natrium di dalam tubuh. Hal tersebut juga dapat meningkatkan tekanan darah, yang merupakan penyebab penyakit ginjal kronis.

Berdasarkan The National Kidney Foundation, konsumsi natrium sebaiknya dibatasi di bawah 2.300mg per hari, atau lebih rendah (di bawah 1.500mg) bagi penderita penyakit ginjal. Makanan olahan, kalengan, dan siap saji umumnya mengandung natrium yang cukup melimpah.

2. Daging Merah dan Protein Hewani yang Berlebih
Protein memang penting, namun konsumsi protein hewani yang terlalu besar, khususnya daging merah, dapat memberikan beban tambahan bagi ginjal.

Proses metabolisme protein menghasilkan zat sisa yang harus disaring ginjal. Mengonsumsi protein lebih dari yang dibutuhkan, terutama bagi penderita penyakit ginjal, dapat meningkatkan tekanan kerja ginjal.

Harvard Health Publishing juga menyatakan bahwa asupan protein yang terlalu besar dapat turut melawan proses perburukan penyakit ginjal. Mengontrol porsi daging adalah pilihan yang lebih bijak.

3. Makanan dan Minuman Manis (Gula Tambahan)
Gula tambahan yang terdapat pada minuman bersoda, permen, kue, dan makanan olahan juga dapat memberikan dampak negatif. Tak hanya dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 — penyebab utama penyakit ginjal — gula yang berlebih juga dapat memicu resistensi insulin dan peradangan, sehingga turut merusak ginjal.

4. Makanan Olahan dan Ultra-Proces
Banyak makanan olahan dan ultra-proces yang diberi natrium, gula, lemak trans, dan zat aditif buatan, sehingga dapat menjadi beban tambahan bagi ginjal. Sosis, nugget, mi instan, dan makanan kemasan merupakan beberapa contohnya.

5. Minuman Bersoda dan Mengandung Kafein yang Berlebihan
Riset juga menemukan bahwa konsumsi soda dan kafein yang terlalu sering dapat meningkatkan risiko penyakit ginjal, misalnya terbentuknya batu ginjal. Minuman bersoda juga mengandung fosfat yang dapat mengganggu proses pengeluaran mineral dari ginjal.

6. Makanan Tinggi Kalium dan Fosfor (Bagi Pasien Ginjal)
Bagi penderita penyakit ginjal, asupan kalium dan fosfor harus diawasi. Ginjal yang tak mampu menyaring kalium dan fosfor dapat menumpuk zat-zat tersebut di dalam darah, sehingga meningkatkan risiko masalah jantung dan penyakit tulang.

Makanan kalium yang harus dibatasi: pisang, jeruk, kentang, tomat, alpukat, dan kacang-kacangan.

Makanan fosfor yang harus diberhentikan: produk susu, kacang, biji-bijian, cokelat, dan minuman bersoda gelap.

Pedoman dari Kidney Disease: Improving Global Outcomes (KDIGO) juga menyarankan penderita ginjal untuk menjaga asupan kalium dan fosfor sesuai instruksi dokter.

Dampak makanan terhadap ginjal dapat bervariasi sesuai kondisi masing-masing penderita. Mengikuti anjuran dokter dan ahli gizi mengenai diet yang sesuai dapat menjaga ginjal tetap sehat lebih lama.

Selain menjaga asupan makanan, penerapan gaya hidup sehat juga penting demi menjaga ginjal dan kualitas hidup.(BY)