Solok Selatan, fajarharapan.id – Malam itu di Kecamatan Sangir Jujuan, situasi tampak biasa saja. Namun, di balik ketenangan yang semu, jajaran Polsek Sangir Jujuan tengah menyusun strategi untuk membongkar sebuah jaringan narkoba yang sudah lama mengintai ketenteraman warga.
Hasilnya tak mengecewakan. Senin, 26 Mei 2025, dua pria yang sudah lama menjadi incaran polisi berhasil diringkus. Mereka adalah HU (34) dan APP (33), ditangkap di Jorong Lubuk Betung, Nagari Lubuk Malako. Keduanya bukan nama baru dalam dunia kejahatan. HU pernah terjerat kasus pencurian, sementara APP adalah residivis kasus narkotika. Kini, keduanya kembali harus berhadapan dengan hukum.
Dalam operasi yang digelar secara senyap namun terukur, petugas menemukan tiga paket sabu-sabu yang disimpan rapi dalam plastik bening. Berat keseluruhan memang “hanya” 0,5 gram, tapi cukup untuk membuktikan peran mereka dalam rantai peredaran barang haram ini. Fakta ini diperkuat oleh penyelidikan awal yang menunjukkan bahwa HU dan APP bukan sekadar pengguna, melainkan juga diduga kuat sebagai pengedar aktif di kawasan tersebut.
Kapolres Solok Selatan, AKBP M. Faisal Perdana, S.I.K., mengungkapkan bahwa penangkapan ini adalah hasil kolaborasi yang solid antara personel Polsek Sangir Jujuan di bawah komando IPTU Sudirman, S.H., dengan dukungan penuh dari masyarakat yang tak tinggal diam.
“Semua bermula dari laporan masyarakat yang curiga dengan aktivitas mencurigakan di lingkungan mereka. Laporan itu langsung kami tindak lanjuti dengan pengintaian ketat. Dan hasilnya, dua pelaku berhasil kami bekuk beserta barang buktinya,” jelas AKBP Faisal.
Penggerebekan dilakukan secara cepat dan tepat. Sejumlah saksi di lokasi turut menyaksikan jalannya operasi, memperkuat transparansi dan legalitas tindakan kepolisian. Barang bukti yang ditemukan juga mencakup sejumlah alat pendukung lainnya, yang kini sedang didalami keterkaitannya dengan aktivitas peredaran sabu.
Kedua pelaku kini mendekam di balik jeruji Mapolres Solok Selatan, dan tengah menjalani proses penyidikan intensif oleh tim Satuan Reserse Narkoba. Pihak kepolisian berupaya membongkar jaringan lebih besar yang mungkin beroperasi di balik pergerakan mereka.
AKBP Faisal menegaskan bahwa pihaknya akan terus memerangi kejahatan narkotika tanpa kompromi. “Tidak ada tempat bagi pengedar narkoba di Solok Selatan. Ini bukan sekadar operasi tangkap tangan. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk menyelamatkan generasi muda dari kehancuran akibat narkoba,” ujarnya dengan nada tegas.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk terus berperan aktif dalam memberikan informasi dan bekerja sama dengan aparat penegak hukum. “Tanpa peran serta masyarakat, pemberantasan narkoba akan berjalan pincang. Kami butuh mata dan telinga warga untuk memastikan lingkungan tetap aman,” tambahnya.
Penangkapan ini menjadi bukti bahwa perang terhadap narkoba di Solok Selatan tidak hanya sekadar wacana. Ini adalah aksi nyata yang menunjukkan bahwa aparat tidak tinggal diam. Di tengah kekhawatiran akan maraknya penyalahgunaan narkotika, kehadiran polisi di garda depan menjadi harapan bagi masyarakat untuk kembali merasa aman.
Dengan pengungkapan kasus demi kasus, harapan mulai tumbuh: Solok Selatan bisa terbebas dari cengkeraman narkoba. Satu demi satu, pelaku digulung, dan perlahan, wilayah ini mulai bersih dari bayang-bayang peredaran barang haram. Perang belum usai, tapi langkah-langkah tegas ini adalah awal dari kemenangan. (sdw)







