Sport  

Duo Marquez Mendominasi, Bezzecchi Siap Jegal di MotoGP Inggris 2025

Marc Marquez dan Alex Marquez di MotoGP 2025.
Marc Marquez dan Alex Marquez di MotoGP 2025.

Silverstone – Duo pembalap Ducati, Marc Marquez (Ducati Lenovo) dan Alex Marquez (Gresini Ducati), menunjukkan performa impresif di ajang MotoGP Inggris 2025. Namun, analis MotoGP, Michael Laverty, menilai bahwa keduanya tidak akan mulus melaju di balapan utama, karena adanya ancaman serius dari pembalap Aprilia Racing, Marco Bezzecchi.

Marquez Bersaudara Dominasi Sprint Race
Dalam Sprint Race yang digelar di Sirkuit Silverstone pada Sabtu (24/5/2025), Alex Marquez berhasil meraih kemenangan, diikuti oleh sang kakak, Marc Marquez, di posisi kedua. Fabio Di Giannantonio dari tim Pertamina Enduro VR46 menyusul di posisi ketiga, dengan Marco Bezzecchi tak jauh di belakang.

Kemenangan Alex dan posisi kedua Marc menjadi sorotan karena memutus rentetan enam kemenangan Sprint Race sebelumnya yang berhasil diamankan oleh Marc. Hasil ini memunculkan optimisme dari para penggemar bahwa keduanya berpotensi tampil dominan di race utama hari Minggu.

Namun, Michael Laverty justru memberikan pandangan berbeda. Menurut mantan pebalap MotoGP itu, potensi kejutan bisa datang dari kubu Aprilia.

Bezzecchi Dianggap Ancaman Serius
Laverty menyebut bahwa Marco Bezzecchi punya peluang besar untuk tampil mengejutkan, dengan catatan mampu memilih strategi ban yang tepat. Ia menilai, dengan suhu trek yang sesuai, Bezzecchi bisa menjadi penantang serius bagi duo Marquez.

“Kalau suhu cukup tinggi, Bezzecchi mungkin akan memakai ban depan hard. Dalam skenario itu, dia bisa sangat kompetitif dan memberi tekanan besar ke Alex,” ujar Laverty, dikutip dari Crash.net.

Menurut pengamat asal Inggris tersebut, performa Bezzecchi yang konsisten meski start buruk menjadi indikasi bahwa dirinya bisa menjadi faktor penentu. Ia juga memuji performa motor Aprilia yang dinilai sangat kompetitif di Silverstone.

Strategi Ban Jadi Kunci di Silverstone
Laverty menambahkan bahwa pemilihan ban akan sangat krusial di trek sepanjang 5,9 km tersebut. Dengan karakteristik Sirkuit Silverstone yang cepat dan menuntut ketahanan ban, pembalap dituntut cermat dalam menentukan kompon yang tepat.

“Untuk 20 lap, ban depan akan jadi penentu utama. Banyak rider mungkin terpaksa menggunakan medium untuk menjaga suhu tetap stabil,” lanjutnya.

Ia pun menegaskan bahwa ban lunak kemungkinan tidak akan cukup bertahan hingga akhir balapan. “Dalam race panjang, ban depan soft tidak akan mampu menahan tekanan,” pungkas Laverty.(BY)