Pulang Pisau, fajarharapan.id– Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pulang Pisau menerima Kirab Pemilu 2024 Menuju Satu Tahun Pemilu Serentak dari KPU Kota Palangka Raya.
Prosesi acara serah terima Kirab Pemilu 2024 dilksanakan di halaman kantor KPU Pulang Pisau, Senin (19/6/2023).
Acara tersebut dihadiri Bupati Pulang Pisau Pudjirustaty Narang, Forkopimda, Ketua KPU Kalteng, Ketua KPU Kota Palangka Raya, Komisioner KPU Kalimantan Selatan, Sekretaris KPU Kalteng, Ketua se Kalimantan Tengah, Bawaslu Pulang Pisau, Kemenag Pulpis dan undangan lainnya.
Ketua KPU Pulang Pisau Yuliana menyampaikan ucapan selamat datang di Kabupaten Pulang Pisau, Lewu Handep Hapakat yang berarti Bumi Gotong Royong, kepada bapak ibu yang baru pertama kali mengunjungi Kabupaten Pulang Pisau ini yang terdiri dari 8 Kecamatan dan 99 desa/kelurahan dan dalam penetapan TPS ada 417 TPS potensi DPT sampai dengan hari ini 101.279 pemilih dan jika tidak ada perubahan akan ditetapkan pada penetapan DPT tanggal 20 Juni 2024 besok.
Yuliana menjelaskan, dalam kontestasi Pemilu 2024 di Kabupaten Pulang Pisau tersedia 25 alokasi Kursi DPRD Kabupaten Pulang Pisau di tiga daerah pemilihan (Dapil).
Yuliana mengatakan bahwa hari ini disini yaitu untuk bersama-sama menyaksikan serah terima Kirab Pemilu tahun 2024.
” Kirab ini merupakan sarana sosialisasi untuk menginformasi, mengedukasi dan sekaligus mengkampanyekan pelaksanaan Pemilu 2024 mencakup pengenalan peserta Pemilu, kegiatan yang memberikan pendidikan untuk pemilih dan tentu saja ajakan supaya setiap orang yang sudah mempunyai hak pilih dapat memberikan kontribusi nyata dengan sadar dan gembira memberikan suara pada Pemilu nantinya, ” ujar Yuliana.
Dia menjelaskan Kirab Pemilu dimulai dari titik awal di Kalteng yakni Kabupaten Lamandau, Kobar, Sukamara, Seruyan, Kotim, Katingan, Palangka Raya, Pulang Pisau dan satu Minggu ini akan berada di Kabupaten Pulang Pisau dengan beberapa rangkaian acara sampai tanggal 25 Juni selanjutnya akan diserahkan ke Kabupaten Kapuas dan berlanjut ke Provinsi Kalimantan Selatan.
” Ada beberapa hal yang menjadi perhatian kita bersama, diantaranya adalah pembacaan deklarasi Pemilu sebagai sarana integrasi bangsa. Hal ini bertujuan supaya kita bersama yang hadir baik sebagai peserta Pemilu, masyarakat, pemerintah, TNI/Polri bersepakat mempunyai semangat yang sama untuk terlibat dalam menjaga pelaksanaan terhadap Pemilu nantinya agar berjalan dengan baik, demokratis dan bermartabat, ” katanya.
Yuliana menambahkan Pemilu sebagai sarana integrasi bangsa artinya Pemilu bisa menjadi pemersatu, karena tanpa pemilu, Indonesia bisa tercerai berai karena perbedaan pandangan politik, kepentingan dan lainnya.
” Tapi dengan pemilu, perbedaan pandangan politik bisa menyatu dalam bingkai Negara Republik Indonesia. Mari kita jaga semangat ini, ” terang Yuliana.
Dia menegaskan bahwa penandatanganan papan deklarasi adalah tindakan kesediaan semua pihak untuk bersama-sama mensukseskan Pemilu dengan tertib, dan damai.
Hal lainnya kata Yuliana, tentu saja seremoni dan selebrasi akan menyambut Pemilu ini dengan senang hati, paham dan berserah manja bagian dalam prosesnya.
Beberapa hal inilah diharapkan menjadi perhatian, keterlibatan kita dan muaranya adalah peningkatan partisipasi.
” Kami mengucapkan terimakasih untuk semua pihak yang mau terlibat bersama menjaga proses Pemilu ini, mari bersama kita Handep Hapakat merawat demokrasi di Kabupaten Pulang Pisau,” pungkasnya. (FJR)






