Festival Juadah Bangkitkan Spirit Kebudayaan Lokal Padang Pariaman Menuju 100 Festival

Padang Pariaman — Sebuah gerakan kebudayaan berbasis komunitas tumbuh dari jantung Nagari Toboh Gadang Barat, Kecamatan Sintuk Toboh Gadang, Sumatera Barat. Festival Juadah yang digelar pada Sabtu (10/5/2025), menjadi simbol kebangkitan budaya lokal sekaligus bukti nyata kemandirian masyarakat tanpa mengandalkan dana pemerintah.

Ketua TP-PKK Kabupaten Padang Pariaman, Ny. Nita Azis, bersama Ketua GOW sekaligus Staf Ahli Bupati, Ny. Resti Yulandari Rahmat, hadir langsung ketika pembukaan festival juadah ini. Mereka menyampaikan dukungan penuh atas inisiatif warga, khususnya kaum ibu, dalam menghidupkan tradisi kuliner sekaligus menjaga lingkungan.

“Festival ini lahir dari semangat luar biasa masyarakat. Dalam waktu tiga bulan, ibu-ibu nagari merancang acara ini dari nol. Membangun panggung, menyiapkan stand UMKM, menyusun lomba juadah, bahkan membuat kemasan ramah lingkungan dari daun pandan,” ujar Nita Azis dalam sambutannya.

Ia menekankan bahwa kegiatan festival juadah yang dimotori PKK Padang Pariaman ini bukan hasil kerja seremonial, melainkan kolaborasi nyata antara masyarakat, perangkat nagari, sponsor, dan profesional muda.

“Ini bukan kerja kaleng-kaleng. Ibu-ibu menjadi motor penggerak. Mereka memasak, berinovasi, dan menyebarluaskan semangat festival lewat media sosial. Semuanya dilakukan tanpa APBD,” tegasnya.

Festival Juadah menjadi pilot project dari program “Padang Pariaman Menuju 100 Festival” yang diinisiasi untuk menggairahkan 103 nagari di kabupaten ini agar aktif merawat tradisi sebagai bagian dari pembangunan masa depan.

Tak hanya soal kuliner, acara ini juga mengedepankan prinsip keberlanjutan. Dalam dua minggu menjelang festival, ibu-ibu PKK menggagas anyaman daun pandan sebagai pembungkus makanan, menggantikan plastik sekali pakai.

“Kita tidak hanya merayakan makanan tradisional, tapi juga membangkitkan kesadaran ekologis dan solidaritas sosial. Juadah adalah warisan budaya yang menyatukan masyarakat dalam semangat gotong royong,” kata Nita.

Ia juga menegaskan pentingnya peran perempuan dalam kebudayaan Minangkabau. “Di tengah arus modernisasi, para ibu tetap menjadi penjaga simpul sosial, dari dapur hingga media sosial.”

Festival Juadah Padang Pariaman kini menjadi inspirasi baru bagi gerakan pelestarian budaya di tingkat nasional. Kebudayaan bukan sekadar kenangan masa lalu, melainkan fondasi masa depan yang bisa dibangun dari akar rumput, oleh rakyat sendiri.(bay).