Dharmasraya, fajarharapan.id – Kapolres AKBP Bagus Ikhwan, SIK, MH, bersama Waka Polres Kompol Armijon, SH, MH, serta jajaran pejabat utama Polres, meninjau progres pembangunan jembatan darurat yang hampir rampung. Jembatan ini dibangun sebagai solusi cepat untuk menggantikan akses jalan yang terputus akibat kerusakan di Jalan Lintas Sumatera KM 36, Desa Sirih Sekapur, Kecamatan Jujuhan, Kabupaten Bungo, Jambi, yang terjadi sejak Minggu (2/3/2025).
Dalam kunjungannya pada Selasa (11/3/2025) sore, Kapolres Dharmasraya turut didampingi oleh Kasat Lantas dan Kabag Ops Polres Muaro Bungo, Jambi. Pembangunan jembatan darurat sepanjang 30 meter ini dilakukan oleh Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Jambi dengan menggunakan rangka baja bailey. Penggunaan material ini diharapkan dapat mempercepat proses pembangunan sehingga jalur tersebut segera bisa digunakan kembali.
Kapolres Dharmasraya, AKBP Bagus Ikhwan, menekankan pentingnya koordinasi antara pihak kepolisian dalam menjaga kelancaran arus lalu lintas di sekitar lokasi perbaikan. Menurutnya, pengawasan dan pengaturan lalu lintas menjadi kunci utama dalam memastikan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan selama proses pembangunan berlangsung.
“Kami terus bersinergi dengan Polres Muaro Bungo untuk memastikan keamanan dan kelancaran lalu lintas selama proses pembangunan. Harapan kami, masyarakat dapat segera kembali menggunakan jalur ini dengan aman dan nyaman,” ujar AKBP Bagus Ikhwan.
Selain itu, pihak kepolisian juga telah menyiapkan sejumlah skenario pengamanan guna mencegah kemacetan di sekitar lokasi pembangunan. Petugas lalu lintas disiagakan untuk mengatur arus kendaraan, terutama bagi kendaraan besar yang melewati jalur tersebut. Dengan langkah ini, diharapkan tidak terjadi kepadatan yang berlebihan selama proses perbaikan berlangsung.
Jembatan darurat ini menjadi sarana vital dalam memulihkan arus lalu lintas antara Sumbar dan Jambi. Keberadaannya tidak hanya berfungsi sebagai jalur penghubung bagi masyarakat sekitar, tetapi juga menjadi jalur utama bagi distribusi barang dan logistik. Dengan demikian, aktivitas ekonomi di wilayah tersebut diharapkan tetap berjalan tanpa hambatan.
Dengan hampir selesainya pembangunan jembatan darurat ini, masyarakat di kedua provinsi dapat kembali menikmati akses transportasi yang lebih lancar. Pemerintah dan pihak terkait terus berupaya mempercepat penyelesaian proyek ini agar mobilitas masyarakat dan perekonomian dapat segera pulih seperti sediakala. (NT)







