Sampit, fajarharapan.id – Bupati H Halikinnor membagikan pengalamannya sebagai lurah yang menginspirasinya untuk menciptakan program “Satu Desa Satu Program”. Saat menjabat sebagai lurah, ia menghadapi kesulitan dalam mendapatkan paket kegiatan dari pemerintah kabupaten untuk wilayah yang ia perjuangkan.
Berdasarkan pengalamannya tersebut, Bupati Halikinnor bertekad untuk mencegah desa-desa merasa ditinggalkan atau tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menetapkan program “Satu Desa Satu Program” dengan alokasi anggaran sebesar Rp 200.000.000. Program ini akan dilaksanakan perdana pada tahun ini.
Bupati Halikinnor juga berharap agar anggaran tersebut dapat ditingkatkan setiap tahunnya, tergantung pada kondisi keuangan daerah dan penyelesaian hutang daerah.
“Dengan begitu, kami berharap tidak ada lagi jalan-jalan di desa yang berlumpur saat hujan atau berdebu saat panas. Kami ingin jalan-jalan di desa kita menjadi baik, minimal di daerah utara yang menjadi prioritas, jalan-jalan tersebut sudah beraspal,” ungkapnya.
Mengingat akan adanya musyawarah desa (musdes) pada bulan Juni 2023, Bupati Halikinnor mengingatkan seluruh kepala desa (kades) untuk segera menyusun rencana pembangunan tahun 2024.
Ia juga memberikan pesan kepada para kades agar memperhatikan rencana kerja pembangunan daerah (RKPD) Kotim dan program prioritas nasional, terutama dalam pengentasan kemiskinan, percepatan penurunan stunting, dan ketahanan pangan desa.
Dengan adanya program “Satu Desa Satu Program” ini, diharapkan pemerataan pembangunan dapat tercapai sehingga desa-desa di Kotim merasa diperhatikan dan mendapatkan manfaat yang merata dari pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah. (audy)






