Singkil, fajarharapan.id – Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan pada 10 November 2024, Dinas Pangan Aceh Singkil menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) dengan menyalurkan 700 paket bahan pangan di dua kecamatan. Sebanyak 400 paket disalurkan di Kecamatan Simpang Kanan, di Rumah RJ Kuta Tinggi, dan 300 paket lainnya di Kecamatan Danau Paris yang berlokasi di Mapolsek Danau Paris.
Kepala Dinas Pangan Aceh Singkil, Abdul Haris, yang diwakili oleh Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan, Achyaruddin, menyatakan bahwa kegiatan ini dimulai pukul 10.00 hingga 17.00 WIB. Seluruh barang yang dijual dengan harga terjangkau ludes diserbu warga yang daya belinya menurun akibat kondisi ekonomi saat ini.
“Dengan hadirnya GPM, kami berharap dapat kembali membangkitkan daya beli masyarakat. Ini juga menjadi langkah penting dalam memperbaiki perekonomian lokal di tengah inflasi global yang terus berlangsung,” ujarnya.
Salah satu warga Lae Balno, Barasa, berharap program yang mendukung ketahanan pangan seperti Gerakan Pangan Murah (GPM) ini terus berlanjut. Ia juga menginginkan agar kegiatan Sukma B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman) yang digagas Dinas Pangan dapat menjangkau masyarakat di perbatasan dengan Kabupaten Tapanuli Tengah, sehingga program ketahanan pangan seperti suka menanam juga bisa berjalan dengan baik.
Gerakan Pangan Murah ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga Kuta Tinggi, Untung, mengungkapkan kegembiraannya karena GPM hadir setiap bulan di berbagai kecamatan di Aceh Singkil. Ia berharap program ini tetap dilanjutkan selama masa kepemimpinan Pj. Bupati Aceh Singkil.
Adapun paket bahan pangan yang disalurkan dalam program ini mencakup beras premium 10 kg seharga Rp 107.000, gula pasir 2 kg Rp 28.000, minyak goreng kemasan 2 liter Rp 32.000, serta telur ayam 1 papan Rp 41.000. Total harga paket ini mencapai Rp 208.000 dengan bahan pangan berkualitas premium dan higienis. Program ini juga dirancang untuk menekan angka stunting di Kabupaten Batuah dengan penerapan sistem harga yang seragam di seluruh kabupaten.
Achyaruddin menambahkan bahwa dengan penerapan metode harga tunggal, warga tidak lagi mempertanyakan harga dan langsung mengantre untuk mendapatkan kupon. “Mengingat harga pasar yang cenderung naik, GPM menjadi solusi yang sangat membantu,” tutupnya.






