Sport  

Kapten Inter Serukan Keselamatan Setelah Insiden di Lapangan

Emil Audero terkena petasan dalam laga Inter Milan vs Cremonese di Serie A.
Emil Audero terkena petasan dalam laga Inter Milan vs Cremonese di Serie A.

JakartaLautaro Martinez Meminta Maaf Usai Emil Audero Terkena Petasan di Laga Inter Milan vs Cremonese

Lautaro Martinez menyampaikan permintaan maaf secara terbuka setelah Emil Audero terkena petasan dalam pertandingan Serie A antara Inter Milan melawan Cremonese. Insiden serius itu terjadi di tengah kemenangan Inter 2-0 di Stadio Zini.

Laga berjalan lancar hingga awal babak kedua, ketika Inter memimpin berkat gol dari Lautaro Martinez dan Piotr Zielinski.

Namun, ketegangan muncul pada menit ke-50 saat pertandingan terpaksa dihentikan sementara. Sebuah petasan dilempar dari tribun suporter Inter ke arah lapangan dan meledak dekat kiper Cremonese, Emil Audero, menimbulkan kepanikan di antara pemain dan ofisial pertandingan.

Audero mengalami luka bakar di sekitar lututnya. Meski sempat mendapat perawatan di lapangan, kiper tersebut dinyatakan aman dan memilih melanjutkan pertandingan hingga usai.

Sebagai kapten Inter, Lautaro Martinez menjadi salah satu pemain pertama yang menghampiri Audero setelah insiden. Usai pertandingan, ia menyampaikan permintaan maaf atas nama klub kepada mantan rekan setimnya itu.

“Hal seperti ini tidak seharusnya terjadi,” ujar Lautaro kepada DAZN. “Ada risiko pribadi yang terlibat. Pesepakbola juga manusia, dan kami menampilkan pertandingan yang disaksikan jutaan orang di seluruh dunia, jadi keamanan harus selalu menjadi prioritas.”

Pesan Kemanusiaan dan Apresiasi

Lautaro juga menekankan hubungan emosionalnya dengan Audero, yang pernah bersama-sama meraih gelar juara Inter Milan.

“Kami meminta maaf kepada Audero, yang pernah menjadi bagian dari kesuksesan klub saat meraih bintang kedua, dan juga kepada seluruh pendukung Cremonese. Insiden seperti ini seharusnya tidak terjadi,” tambahnya.

Meski laga ternodai insiden, Lautaro tetap tampil gemilang dan dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan. Ia mendedikasikan penghargaan itu untuk keluarganya.

“Penghargaan ini akan saya letakkan di kamar putri saya. Hari ini adalah ulang tahunnya, jadi saya berharap bisa segera kembali ke Milan dan menemuinya. Penghargaan ini dan jersey ini untuknya,” kata Lautaro.

Kemenangan Inter atas Cremonese tetap sah secara resmi, namun insiden petasan menjadi sorotan serius di Serie A. Pernyataan Lautaro menegaskan sikap klub yang menolak segala bentuk tindakan berbahaya dan menempatkan keselamatan pemain sebagai prioritas utama.(des*)