Solsel, fajarharapan.id — Bawaslu Kabupaten Solok Selatan sebut kurangnya peminat masyarakat mendaftar sebagai Calon Anggota Pengawas Kecamatan (Panwascam), kemungkinan karena masa kerja singkat sebagai pengawas pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2024.
Sesuai kebutuhan sebanyak 21 orang, yang mendaftar hanya 21 orang. Jumlah ini sangat rendah sejak Pemilu terlaksana di Kabupaten Solok Selatan.
“Memang pelamar Anggota Panwascam sangat rendah. Kalau kita prediksi bisa saja karena masa kerja singkat dan hanya sekitar 8 bulan saja. Hitungan gajinya hanya selama masa tahapan Pilkada saja,” ujar Anggota Bawaslu Solok Selatan, Haikal, Rabu (15/5/2024) di Kantornya.
Dia menyebut Anggota Panwascam pada pelaksanaan Pileg kemarin, yang tidak lolos evaluasi mereka tidak boleh ikut mendaftar sebagai calon Panwascam pada Pilkada 2024 ini.
Dari 21 orang yang mendaftar sebagai Calon Panwascam, hanya 19 orang yang hadir melaksanakan tes Computer Assisted Test (CAT) tersebut. Dia mengatakan tidak ada kejelasan dan alasan calon Panwascam tak hadir pada pelaksanaan ujian CAT tersebut.
“Dari 21 pelamar yang lolos adminstasinya, yang ikut tes CAT hanya 19 orang. Dua orang lainnya tanpa ada alasan apapun tidak ikut CAT,” jelasnya.
Pendaftaran dari 5-7 Mei, Bawaslu melakukan penerimaan berkas, pengumuman penelitian administrasi, Tes CAT 13 Mei. Wawancara sesuai jadwal 18-20 mei, dan pengumuman terpilih pada 23 mei 2024.
Kriteria Calon Panwascam di mata Bawaslu, penilaiannya lebih kepada integritas dan kapasitas seorang Calon dalam pengawasan. Juga meski harus memiliki pengetahuan kearifan lokal dan lainnya.
“Yang paling di utamakan bagi calon Panwascam adalah integritas dan kapasitasnya,” tuturnya. (SDW)







