Sampit, fajarharapan.id – Bandara H Asan Sampit di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, akan mengalami perubahan signifikan dengan perpanjangan landasan pacu hingga tiga kali lipat, memungkinkannya untuk menampung pesawat besar jenis Airbus.
Bupati Kotim, H. Halikinnor, menyebutkan rencana pengembangan ini setelah penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Kotim dan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan. Langkah ini diambil dalam rangka meningkatkan kapasitas infrastruktur transportasi udara yang menjadi kunci penting bagi kemajuan daerah.
“Ini merupakan momen bersejarah bagi Kotim, karena kami memulai langkah besar untuk mengembangkan Bandara H Asan Sampit,” kata Bupati Halikinnor, Selasa (11/6/2024).
Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Sekretaris Daerah Fajrurrahman, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Rihel, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Alang Arianto, Kepala Dinas Perhubungan Suparmadi, dan Kepala Bandara H Asan Sampit, Darinto.
Penandatanganan MoU tersebut menegaskan komitmen semua pihak terkait untuk mendukung pembangunan infrastruktur tersebut.
Selain perpanjangan landasan pacu, terminal penumpang juga akan mengalami perluasan signifikan dari 2.112 meter persegi menjadi 6.690 meter persegi, dengan kapasitas penampungan yang diperkirakan meningkat hingga 662.599 penumpang per tahun.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Maria Kristi Endah Murni, menyambut baik langkah progresif ini, sambil menekankan pentingnya memastikan adanya jumlah penumpang yang memadai untuk menarik minat maskapai untuk beroperasi di Bandara H Asan Sampit.
Dengan pengembangan ini, Bandara H Asan Sampit diharapkan menjadi pusat transportasi udara yang lebih modern dan efisien, serta dapat memperkuat konektivitas antara Kotim dan wilayah sekitarnya.(audy)






