Korban Kecelakaan di PT Indonesia Tsingshan Dapat Ganti Rugi, Ini Rinciannya

Segini ganti rugi yang diterima korban kecelakaan kerja di Smelter Morowali.
Segini ganti rugi yang diterima korban kecelakaan kerja di Smelter Morowali.

Jakarta – Para korban kecelakaan yang terjadi akibat meledaknya tungku smelter di PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS), Morowali, Sulawesi Tengah, dipastikan akan mendapatkan ganti rugi dari perusahaan. Ganti rugi ini mencakup kompensasi materil, biaya pengobatan, dan jaminan pendidikan untuk anak-anak korban yang meninggal.

Arnold Firdaus Bandu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Tengah, menjelaskan bahwa bagi ahli waris korban yang meninggal, mereka berhak menerima santunan sebesar 48 kali gaji almarhum. Selain itu, anak-anak yang ditinggalkan juga akan mendapatkan beasiswa hingga perguruan tinggi.

Untuk korban luka-luka, Arnold menegaskan bahwa seluruh biaya pengobatan akan ditanggung oleh perusahaan melalui asuransi BPJS Ketenagakerjaan. Biaya pengobatan ini mencakup perawatan di rumah sakit kelas 1 pemerintah tanpa batas biaya.

“Semua biaya pengobatan/perawatan di RS ditanggung tanpa ada batas biaya, kelas 1 RS Pemerintah. Tim BPJS Ketenagakerjaan Cabang Morowali juga sudah berkoordinasi dengan manajemen IMIP dan rumah sakit untuk penanganan korban,” tambah Arnold.

PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) melaporkan bahwa hingga saat ini tercatat 51 orang menjadi korban dari insiden tersebut. Sebanyak 13 orang meninggal dunia, terdiri dari 9 tenaga kerja Indonesia dan 4 tenaga kerja asing, sedangkan 38 orang mengalami luka berat dan ringan akibat terkena uap panas saat ledakan terjadi.

Arnold menekankan pentingnya penanganan korban dan hak-hak mereka sebagai prioritas utama, dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulawesi Tengah sudah berkomunikasi dengan IMIP terkait hal ini.

Sebagai informasi tambahan, kecelakaan kerja terjadi pada Minggu pagi, 24 Desember 2023, di salah satu pabrik pengolahan nikel ITSS di Kawasan Industri Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Morowali, Sulawesi Tengah. Kecelakaan tersebut bermula dari peristiwa saat sejumlah pekerja melakukan perbaikan tungku dan pemasangan plat pada bagian tungku, yang menyebabkan ledakan. Investigasi awal menunjukkan bahwa ledakan disebabkan oleh keberadaan cairan pemicu ledakan di bagian bawah tungku, dan beberapa tabung oksigen di sekitar area ikut meledak.(BY)