Jakarta – Masyarakat Indonesia diingatkan bahwa mereka memiliki kebebasan untuk mengkritik negara asal selama sudah membayar pajak. Hal ini disampaikan oleh Staf Khusus Menteri Keuangan (Menkeu) bidang Komunikasi Strategis, Yustinus Prastowo, dalam acara Bank BTPN Economic Outlook 2024 di Jakarta pada Rabu (22/11/2023).
Dalam negara demokrasi seperti Indonesia, kebebasan berpendapat merupakan hak masyarakat yang dijunjung tinggi. Yustinus mengungkapkan, “Di negara demokrasi itu hebatnya meski kita diberi fasilitas, insentif, bayar pajak, kita tetap dapat mengkritik pemerintah. Itu enaknya, jadi silahkan mengkritik sekencang mungkin asal sudah bayar pajak.”
Tidak hanya memberikan hak untuk mengkritik, Yustinus menyelipkan humor dengan mengatakan bahwa semakin besar pajak yang dibayarkan, semakin keras kritiknya pun dibolehkan. “Semakin gede bayar pajaknya, kritiknya ya boleh semakin keras,” tambahnya dengan senyum.
Selain menggarisbawahi kebebasan berpendapat, Yustinus juga menekankan peran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam menjaga perekonomian nasional. APBN dianggapnya sebagai stabilisator ekonomi dan alokator sumber daya yang penting.
Pemungutan pajak diibaratkan sebagai pemerintah yang mengambil buah dari pohon yang sudah berbuah. “Misal pohon mangga sudah berbuah 10, pemerintah hanya minta tiga, itu pajak. Tapi, ketiga buah ini tidak dimakan sendiri, satunya untuk bayar pegawai yang menyiram dan memupuk pohon, dan yang keduanya itu dibagi ke masyarakat dalam bentuk belanja publik,” jelas Yustinus.
Ia menjelaskan bahwa berkat kontribusi pajak, pemerintah dapat melaksanakan berbagai program untuk menjamin kesejahteraan publik. Contohnya, beasiswa LPDP bagi 6 ribu orang per tahunnya untuk menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi terbaik dunia. Selain itu, 96 juta jiwa masyarakat juga dapat menikmati iuran BPJS yang gratis.
“Berkat uang pajak Anda semua, kita bisa membangun berbagai fasilitas jalan, jembatan, sekolah, dan yang lain tiap tahunnya. Terima kasih banyak, dan marilah kita tingkatkan,” tandas Yustinus, mengajak masyarakat untuk terus bersama-sama membangun negara demi kesejahteraan bersama.(BY)






