Jakarta – Kim Jong Un, pemimpin tertinggi Korea Utara, dikabarkan memberikan dukungan kepada Palestina di tengah meningkatnya konflik militer dengan Israel di Jalur Gaza.
Kepala Badan Intelijen Nasional Korea Selatan, Kim Kyou Hyun, melaporkan bahwa Kim Jong Un diduga telah memerintahkan bawahannya untuk memberikan berbagai bentuk dukungan kepada Palestina. Meskipun demikian, ada kekhawatiran bahwa keterlibatan Korea Utara dalam konflik Timur Tengah ini mungkin terkait dengan upaya mencapai keuntungan.
Kim Kyou Hyun mengungkapkan pernyataannya dalam sebuah sesi audit tertutup di Majelis Nasional Korea Selatan pada Rabu (1/11), yang dikutip oleh Yoo Sang-bum, anggota Majelis Nasional yang juga menjabat sebagai sekretaris eksekutif untuk komite intelijen Majelis Nasional.
Dalam pernyataannya, Kim Kyou Hyun juga mencurigai bahwa Korea Utara mungkin terlibat dalam perdagangan senjata dengan kelompok militan. Sebelumnya, Duta Besar Israel untuk Korea Selatan, Akiva Tor, mengklaim bahwa senjata buatan Korea Utara digunakan oleh Hamas dalam konflik yang pecah pada 7 Oktober. Namun, Duta Besar Korea Utara untuk PBB, Kim Song, membantah tudingan tersebut dan menyebutnya sebagai “rumor tanpa dasar.” Kim Song justru menuduh Amerika Serikat berupaya melemparkan tanggung jawab atas konflik antara Israel dan Hamas kepada “negara ketiga,” seperti yang dilaporkan oleh Anadolu.
Selain isu Palestina, Kim Kyou Hyun juga mencatat bahwa Korea Utara telah memasok amunisi artileri dan senjata lainnya ke Rusia untuk mendukung konflik antara Rusia dan Ukraina yang masih berlanjut. Selain itu, dilaporkan bahwa Korea Utara juga mengoperasikan pabrik-pabrik di seluruh negaranya dengan kapasitas penuh untuk terus memasok senjata ke Rusia.
Selaras dengan itu, ada keyakinan bahwa Rusia juga menyediakan teknologi yang dapat meningkatkan peluang Korea Utara berhasil meluncurkan satelit mata-mata mereka. Satelit-satelit Korea Utara mengalami dua kali kegagalan dalam peluncuran awal tahun ini. (*)







