Dari Forum Perangkat Daerah dan Konsultasi Publik, Disparpora Kota Payakumbuh Di Tuntut Bekerja Keras


Payakumbuh, fajarharapan.id – Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Payakumbuh menggelar Forum Perangkat Daerah dan Forum Konsultasi Publik, bertempat di Kantor Disparpora Bukit Sibaluik Payakumbuh, Selasa (21/2).
Kepala Disparpora Kota Payakumbuh Nofriwandi, SH, MM dalam pemaparannya mengatakan, semenjak pandemi Covid 19, jauhnya penurunan kunjungan wisata di Kota Payakumbuh, kita harus berbenah dan bekerja keras.
“Saat ini kita menghadapi generasi yang berbeda. Artinya, tata kelola kita harus berubah. Menurut saya ini penting, sebab kita harus merespon kebutuhan semua wisata dan memberikan pelayanan yang baik untuk masyarakat Kota Payakumbuh”, kata Nofriwandi.
Seperti di Bali, seluruh Organisasi Perangkat Daerah, Organinsasi Masyarakat, Pemilik Hotel, Restauran dan Rumah Makan serta Cafe merasa punya tanggung jawab dan secara bersama sama untuk meningkatkan kunjungan wisata.
Diakui Nofriwandi, untuk Kota Payakumbuh, saat ini masih rendahnya jumlah kunjungan wisatawan.
Penyebabnya, belum optimalnya pengembangan dan pelestarian budaya daerah, masih kurangnya pemuda pelopor, belum optimalnya prestasi atlet serta belum optimalnya aktifitas organisasi kepemudaan.
Permasalahan urusan Pariwisata, Pemuda dan Olahraga serta kebudayaan diantaranya, rendahnya rata rata kunjungan wisatawan, masih rendahnya kemitraan dengan pelaku/usaha pariwisata, lemahnya daya dukung SDM lokal, kurangnya event sport, rendahnya aktivitas organisasi kepemudaan.
Kemudian, rendahnya peran organisasi olahraga dalam pembibitan atlit muda berpotensi, terbatasnya sarana dan prasarana olahraga, belum optimalnya pengelolaan dan pengembangan seni, adat budaya serta cagar budaya daerah. Kurangnya kerjasama dengan swasta dan masyarakat dalam pengelolaan keragaman budaya daerah, jelas Nofriwandi.
Diakhir acara, dilanjutkan dengan diskusi menampung saran dan usulan dari peserta forum untuk meningkatkan prestasi kepemudaan maupun kunjungan wisata di Kota Payakumbuh.
Dari beberapa peserta mengusulkan, adanya paket paket kunjungan wisata yang berbayar maupun tidak berbayar. Parawisata hanya tidak tidak singgah sebentar di objek objek wisata. Perlunya, pembenahan fasilitas fasilitas pendukung. Mereka datang tidak hanya disuguhkan dengan mie instant saja, kata Nazril Ardi W Kasi Pemerintahan Kantor Camat Latina.
Ditambahkan Nazril, paket lain di BWS Batang Agam, kita sediakan fasilitas wisata babendi dan penataan bangunan tempat usaha yang menjual makanan spesifik Kota Payakumbuh.
Peserta lain, Hendri dari Dinas Perhubungan Payakumbuh berharap pada Disparpora untuk menertibkan parkir parkir liar di area GOR M. Yamin dan di sepanjang BWS Batang Agam. Karena, mereka membuat dan mengedar karcis parkir secara sendiri. (zik)