WBTOS Sawahlunto: Warisan Dunia yang Perlu Dirawat

Warisan Dunia
Galanggang Arang Anak Nagari Merayakan Warisan Dunia.

Sawahlunto – Masyarakat Sumatera Barat (Sumbar) diminta untuk menjaga dan mengoptimalkan Wisata Tambang Batu Bara Ombilin Sawahlunto (WBTOS), yang baru-baru ini dinyatakan sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO. Gubernur Sumbar, Mahyeldi, mengungkapkan hal ini saat meresmikan acara “Galanggang Arang Anak Nagari Merayakan Warisan Dunia,” yang merupakan perayaan dan pergelaran menyusul penetapan WBTOS sebagai situs warisan dunia oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Dalam sambutannya, Mahyeldi menyatakan bahwa “Galanggang Arang” adalah upaya untuk memperkuat status WBTOS sebagai warisan dunia. Ini adalah inisiatif untuk menghidupkan WBTOS, meningkatkan kesadaran akan pentingnya merawatnya, dan memanfaatkan atribut dan properti yang diakui oleh UNESCO. Gubernur Mahyeldi yakin bahwa WBTOS memiliki potensi besar untuk memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat Sumbar jika dimanfaatkan secara maksimal.

Ia berharap bahwa “Galanggang Arang” akan menjadi sarana bagi semua pemangku kepentingan untuk bersatu dalam menggali nilai-nilai dari warisan budaya dan objek-objek pembangunan kebudayaan yang tersebar di sepanjang WBTOS.

Mahyeldi juga menekankan bahwa keberadaan WBTOS melibatkan tujuh kabupaten dan kota di Sumbar, mulai dari Kota Sawahlunto, Kabupaten dan Kota Solok, Kabupaten Tanah Datar, Kota Padang Panjang, Kabupaten Padang Pariaman, hingga Kota Padang. Menurutnya, tujuh daerah ini memiliki peran penting dalam eksploitasi tambang batu bara, yang merupakan sarana transportasi utama di masa lalu. Bahkan, keberadaan kereta api pada saat itu juga memiliki dampak penting pada daerah-daerah yang dilaluinya, menciptakan stasiun kereta api yang menjadi pusat interaksi manusia dan peredaran barang.

Gubernur Mahyeldi menyatakan rasa bangga karena Sumbar merupakan salah satu dari lima daerah di Indonesia yang memiliki Warisan Dunia. Ia juga mengucapkan terima kasih atas perhatian khusus dari Kemendikbudristek. Pemerintah Provinsi Sumbar siap untuk mendukung program kebudayaan yang bertujuan menjaga eksistensi WBTOS sebagai warisan dunia dan mendukung peningkatan jumlah wisatawan melalui program “Visit Beautiful West Sumatera 2023.”

Dalam kesempatan yang sama, Prof. Muhammad Adlin Sila, yang mewakili Menteri Dikbud RI, menyatakan bahwa WBTOS pantas diakui sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO. Dia mengingatkan bahwa Tambang Batu Bara Ombilin adalah bukti bagaimana manusia bisa mengatasi tantangan alam yang ekstrem dengan teknologi yang canggih. Ia juga menyoroti bahwa Sawahlunto pada zamannya adalah daerah perbukitan, tetapi berhasil dihubungkan oleh kereta api sebagai sarana transportasi, suatu prestasi luar biasa.

Direktur Jenderal Kebudayaan Disdikbud RI, Hilmar Farid, juga mengungkapkan bahwa membangun jalur kereta api di Sumbar bukanlah tugas yang mudah, mengingat medan perbukitan dan tanjakan dengan kemiringan ekstrem hingga 80 derajat. Ini membutuhkan teknologi tinggi, desain yang luar biasa, dan lokomotif yang dirancang khusus.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa “Galanggang Arang,” meskipun awalnya mungkin diartikan sebagai tempat pembakaran, sebenarnya merupakan medan perjuangan untuk menghidupkan semangat menggali potensi yang terpendam dalam WBTOS. (des)