Jakarta – Jepang dikenal sebagai salah satu negara dengan angka harapan hidup penduduk yang tinggi. Bahkan, negara tersebut memiliki banyak warga yang mampu mencapai usia 100 tahun atau lebih. Kondisi ini membuat pola hidup dan kebiasaan makan masyarakat Jepang menarik untuk dipelajari.
Salah satu faktor yang kerap dikaitkan dengan kesehatan dan umur panjang adalah kebiasaan mengonsumsi makanan bergizi secara konsisten.
Asako Miyashita, seorang ahli gizi yang lahir dan dibesarkan di Tokyo, Jepang, mengungkapkan bahwa sejak kecil dirinya telah diajarkan pentingnya menjaga kesehatan melalui makanan. Keluarganya, termasuk sang nenek, percaya bahwa pemilihan bahan pangan yang tepat berperan dalam menjaga kesehatan hingga usia lanjut.
Gambaran tersebut sejalan dengan kondisi Jepang yang memiliki populasi lansia berusia sangat panjang. Pada 2023, jumlah penduduk Jepang yang berusia 100 tahun ke atas tercatat telah melampaui 90 ribu orang.
Menurut Miyashita, rahasia pola makan masyarakat Jepang bukan terletak pada makanan mahal atau menu khusus, melainkan kebiasaan mengonsumsi bahan pangan tertentu sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Berikut lima jenis makanan yang dikenal menjadi bagian dari pola konsumsi masyarakat Jepang.
1. Ubi Ungu dari Okinawa
Ubi ungu merupakan salah satu bahan pangan yang cukup populer di Okinawa. Wilayah ini dikenal memiliki banyak penduduk berusia lanjut, termasuk mereka yang mencapai usia 100 tahun.
Dalam bahasa Jepang, ubi disebut imo. Bahan makanan ini biasa disajikan sebagai makanan ringan maupun hidangan penutup.
Selain menjadi sumber karbohidrat, ubi ungu mengandung antosianin, yaitu senyawa antioksidan yang memberikan warna ungu pada bahan pangan. Kandungan tersebut berperan membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
2. Sup Miso
Sup miso merupakan hidangan yang hampir tidak asing dalam kehidupan masyarakat Jepang. Bahan utamanya adalah pasta miso yang dibuat melalui proses fermentasi kedelai dan biji-bijian.
Proses fermentasi menghasilkan mikroorganisme baik yang dapat mendukung keseimbangan mikrobiota usus. Kesehatan saluran pencernaan sendiri memiliki kaitan erat dengan fungsi sistem kekebalan tubuh.
Sejumlah penelitian juga menunjukkan adanya hubungan antara konsumsi produk kedelai fermentasi, seperti miso, tahu, dan tempe, dengan kesehatan jangka panjang. Salah satu penelitian menemukan bahwa orang yang rutin mengonsumsi produk tersebut memiliki risiko kematian dini sekitar 10 persen lebih rendah dibandingkan kelompok yang jarang mengonsumsinya.
3. Lobak Putih atau Daikon
Daikon merupakan jenis lobak berukuran besar yang banyak digunakan dalam berbagai masakan Jepang. Sayuran ini dapat diolah menjadi sup, acar, maupun pelengkap hidangan utama.
Salah satu keunggulan daikon adalah kandungan vitamin C yang cukup tinggi. Bahkan, satu buah lobak dapat menyediakan sekitar 124 persen kebutuhan vitamin C harian, berdasarkan ukuran penyajian yang digunakan dalam sumber tersebut.
Vitamin C memiliki fungsi penting dalam mendukung sistem kekebalan tubuh serta membantu melindungi sel dari kerusakan oksidatif.
4. Rumput Laut
Bahan pangan lain yang banyak ditemukan dalam hidangan Jepang adalah rumput laut. Masyarakat Jepang mengolahnya menjadi berbagai jenis makanan, mulai dari sup hingga pelengkap nasi.
Rumput laut mengandung beragam nutrisi penting, seperti zat besi, kalsium, magnesium, dan folat. Selain itu, bahan pangan laut ini juga dapat menjadi sumber serat.
Asupan serat yang mencukupi bermanfaat bagi kesehatan pencernaan. Pola makan tinggi serat juga dikaitkan dengan penurunan risiko sejumlah penyakit kronis, termasuk penyakit jantung, stroke, tekanan darah tinggi, dan diabetes tipe 2.
5. Ikan, Terutama Jenis Berlemak
Ikan menjadi salah satu sumber protein yang sering dikonsumsi masyarakat Jepang. Miyashita sendiri menyebutkan bahwa dirinya selalu memasukkan sumber protein, khususnya ikan berlemak, ke dalam menu makanan sehari-hari.
Ikan berlemak mengandung asam lemak omega-3 yang dikenal memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan tubuh.
Nutrisi tersebut dapat membantu menjaga kesehatan jantung, mengendalikan kadar trigliserida, mendukung pengaturan tekanan darah, serta mengurangi proses peradangan.
Konsumsi ikan secara teratur juga dapat menjadi alternatif sumber protein yang baik sebagai bagian dari pola makan seimbang.
Pola Makan Seimbang Jadi Kunci
Kelima makanan tersebut menunjukkan bahwa kebiasaan makan masyarakat Jepang banyak mengandalkan bahan pangan alami yang memiliki kandungan nutrisi beragam.
Meski demikian, umur panjang tidak hanya ditentukan oleh makanan tertentu. Aktivitas fisik, kualitas tidur, kondisi lingkungan, faktor genetik, serta kebiasaan hidup sehat juga memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan hingga usia lanjut.
Karena itu, mengadopsi pola makan sehat dengan memperbanyak sayuran, ikan, bahan pangan berserat, serta makanan fermentasi dapat menjadi salah satu langkah untuk mendukung kualitas hidup yang lebih baik.(YU)
Editor: Edwardi







